Hari raya sering bikin beberapa kebutuhan mendadak naik harga, termasuk saat Iduladha. Penyebabnya biasanya sederhana: permintaan meningkat dalam waktu singkat, sementara stok barang di pasaran terbatas. Akibatnya, harga beberapa kebutuhan ikut melonjak dibanding hari biasa.
Kalau saat Idulfitri orang ramai berburu baju baru dan kebutuhan mudik, suasana Iduladha biasanya identik dengan olahan daging kurban, acara bakar sate, sampai kumpul keluarga. Nah, momen inilah yang sering membuat beberapa barang mendadak lebih mahal dari biasanya.
1. Hewan Kurban
Setiap menjelang Iduladha, harga hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau biasanya ikut naik. Tahun ini, kondisi pasar hewan juga dipengaruhi oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak di beberapa daerah.
Karena permintaan hewan kurban meningkat menjelang hari raya, stok ternak yang sehat biasanya jadi lebih cepat terserap pasar. Akibatnya, harga hewan kurban di beberapa wilayah ikut mengalami penyesuaian.
Selain faktor stok, biaya pakan dan distribusi juga sering memengaruhi harga jual hewan kurban di lapangan.
2. Tusuk Sate
Salah satu barang yang sering mendadak laris saat Iduladha adalah tusuk sate.
Daging kurban biasanya diolah jadi sate untuk acara kumpul keluarga atau bakar-bakaran bersama teman. Karena permintaan meningkat dalam waktu bersamaan, harga tusuk sate di beberapa tempat juga ikut naik.
Kalau di hari biasa satu bungkus tusuk sate bisa dibeli sekitar Rp10 ribuan, saat Iduladha harganya bisa naik tergantung wilayah dan jumlah stok yang tersedia.
Meski terlihat sederhana, kebutuhan kecil seperti ini sering jadi pengeluaran tambahan yang tidak disadari.
3. Arang untuk Bakar Sate
Selain tusuk sate, arang juga jadi barang yang sering dicari saat Iduladha.
Permintaan arang meningkat karena banyak orang memilih memasak sate atau barbecue saat libur Iduladha. Akibatnya, harga arang di pasaran biasanya ikut naik dibanding hari biasa.
Di beberapa daerah, harga arang bisa meningkat hampir dua kali lipat ketika mendekati hari raya, terutama untuk ukuran kecil yang banyak dicari pengguna rumahan.
4. Panggangan Sate
Ada satu barang yang sering “hilang misterius” setiap Iduladha: panggangan sate.
Banyak orang merasa sudah punya alat panggangan di rumah, tapi entah kenapa saat mau dipakai justru tidak ditemukan. Akhirnya, beli baru jadi solusi paling cepat.
Karena permintaan meningkat menjelang Iduladha, harga panggangan sate juga biasanya ikut naik. Apalagi untuk model portable atau yang berbahan stainless steel.
Kalau beli mendadak dekat hari raya, pilihan barang biasanya juga lebih terbatas.
5. Cabai dan Minyak Goreng
Harga cabai sebenarnya cukup sering berubah bahkan di luar musim hari raya. Tapi saat Iduladha, permintaan bahan masakan biasanya meningkat karena banyak orang memasak dalam jumlah lebih besar.
Hal yang sama juga berlaku untuk minyak goreng. Kebutuhan memasak saat hari raya membuat permintaan meningkat di pasar dan retail.
Meski pemerintah tetap melakukan pengawasan harga pangan, fluktuasi harga musiman masih cukup sering terjadi di berbagai daerah tergantung distribusi dan stok barang.
6. BBM dan Biaya Perjalanan
Momen libur panjang saat Iduladha juga sering membuat mobilitas masyarakat meningkat. Banyak orang bepergian ke luar kota, pulang kampung singkat, atau sekadar jalan bersama keluarga.
Karena itu, pengeluaran untuk bahan bakar juga biasanya ikut naik selama periode libur panjang.
Harga BBM non subsidi sendiri memang mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan dan kondisi harga minyak dunia. Jadi, saat harga energi global meningkat, biaya perjalanan masyarakat juga ikut terasa lebih besar.
7. Kenaikan Harga Musiman Memang Sering Terjadi
Naiknya harga beberapa kebutuhan saat Iduladha sebenarnya bukan hal baru. Fenomena ini hampir selalu terjadi ketika permintaan meningkat dalam waktu bersamaan.
Supaya pengeluaran lebih terkontrol, banyak orang biasanya mulai membeli kebutuhan tertentu lebih awal sebelum harga naik mendekati hari raya.
Mulai dari tusuk sate, arang, sampai kebutuhan dapur sederhana kadang justru lebih hemat kalau dibeli jauh-jauh hari. Selain lebih tenang, stok barang biasanya juga masih lebih mudah ditemukan.
Untuk kebutuhan belanja harian saat Iduladha, pembayaran digital seperti QRIS juga semakin sering digunakan karena lebih praktis saat bertransaksi di pasar, minimarket, sampai merchant UMKM. Melalui neobank, pengguna bisa melakukan pembayaran QRIS neobank langsung dari aplikasi untuk membantu transaksi harian jadi lebih mudah dan cepat.
***
Jika ingin mempelajari produk QRIS neobank lainnya yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Artikel ini juga tayang di VRITIMES