Korban Banjir Pacitan Akan Segera Menerima Bantuan

oleh -105 views

Gubernur Soerkarwo saat acara Penutupan Kirap Pemuda Indonesia. (Foto: Mua)

Blitar, SonaIndonesia.com -Gubernur Jawa Timur Soekarwo menargetkan program pembangunan kembali ribuan rumah yang rusak akibat banjir akan selesai dilakukan pada akhir Desember mendatang atau sebelum perayaan tahun baru berlangsung. Sejumlah pembangunan rumah warga maupun akses jalan kini sedang dikebut agar masyarakat yang kehilangan rumah dapat segera menempati huniannya.

Pernyataan tersebut, disampaikan Soekarwo saat menghadiri puncak acara penutupan Kirab Pemuda Indonesia di Halaman Pemkab Blitar.

“Ya kita tergetkan akan rampung sebelum Natal atau akhir tahun lah, sebelum 2018 insyaallah rampung,” ungkap Soekarwo.

Soekarwo menambahkan ada ribuan rumah yang kondisinya sudah tak bisa ditinggali bahkan sudah rata dengan tanah yang perlu segera dibangun kembali. Sejumlah sarana akses jalan yang rusak dan menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat juga akan segera dibenahi. Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemprov Jawa Timur juga bekerjasama dengan Personil dari Kodam V Brawijaya.

“Ada sekitar 4800 rumah yang hancur karena banjir. Itu akan kita bantu. Kita akan bangun kembali, itu Rumah. Kalau untuk jalan, kita minta bantuan dari Zeni Angkatan Darat biar prosesnya cepet selesai,” tuturnya.

Lanjut Karwo, untuk belanja kebutuhan bantuan banjir Pacitan, pemerintah menguncurkan anggaran sedikitnya 48 Miliar dengan jumlah anggaran yang mendesak 36 Miliar rupiah. Jumlah itu terdiri dari 15 Miliar untuk pembangunan akses jalan sementara sisanya untuk kebutuhan pembangunan rumah warga serta distribusi logistik dan obat obatan.

“Jalannya sudah habis 15 miliyar, kalau kebutuhan anggaran yang mendesak, sampai saat ini sudah 36 Miliyar,” ungkap pak de Karwo.

Berdasarkan data BPBD/BNPB menyebutkan akibat musibah banjir dan tanah longsor yang menerjang Pacitan puluhan orang ditemukan meninggal dunia, belasan ribu rumah harus ditinggalkan karena tak layak untuk ditinggali. Tak hanya itu, puluhan ribu pelajar harus dipindahkan lantaran gedung sekolah yang kondisinya sudah rusak dan rawan ambruk.(mua)