“Karena itu demi menyelamatkan warga yang belum masuk dalam data base kependudukan dan selanjutnya dilakukan perekaman maka kami mendorong semua pihak untuk bersama-sama aktif mendorongnya,” katanya.
Pengawasan selanjutnya ke depan harus dilakukan sebaik mungkin agar pelaksanaan ke depan tak akan terjadi masalah. “Kita mau agar pelaksanaan pilkada ini berjalan baik dan lancar,” katanya.
Ketua Bawaslu NTT Thomas Djawa berharap setelah penetapan sudah tidak ada lagi penambahan-penambahan di luar yang sudah ditetapkan hari ini.
Menurut dia, di banyak daerah masih ditemukan ada warga yang tidak terakomodasi dalam DPT. “Kita berharap semua pihak bisa mendorong agar pemilih yang belum diakomodasi bisa dimasukan. Ini demi hak politik masyarakat,” katanya.
Dia mengaku akan melakukan pengawasan ketat saat penyaluran form C6 atau undangan bagi pemilih ke TPS agar tidak disalahgunakan.
Dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di NTT 27 Juni 2018 ini diikuti empat pasangan, masing-masing Esthon Foenay-Chris Rotok yang diusung Partai Gerindra, PAN dan Perindo. Pasangan Marianus Sae-Emiliana Nomleni diusung PDIP dan PKB. Pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Yos Nae Soi usungan Partai NasDem, Golkar dan Hanura, serta pasangan Benny K Harman-Beni Litelnoni diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS.
Selain pemilihan gubernur, juga dilakukan pemilihan bupati dan wakil bupati di 10 kabupaten masing-masing, Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sumba Barat Daya (SBD) dan Sumba Tengah. Selanjutnya di Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagakeo, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Alor. (ade putera)
