LRT Jabodebek menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim sejak Juni 2025 untuk memudahkan pengguna dengan bawaan besar saat perpindahan antarmoda. Sepanjang 2025 tercatat 107 barang dititipkan, dan hingga 2026 sudah 105 barang. Jenis barang beragam dari koper, tas, tripod, hingga kardus. Layanan buka 06.00–21.00 WIB dengan durasi maksimal 3×24 jam dan berat maksimal 30 kg. Pengguna mendapat tanda terima resmi untuk pengambilan.
LRT Jabodebek terus menghadirkan berbagai pengembangan layanan untuk mendukung kenyamanan perjalanan pengguna, salah satunya melalui layanan penitipan barang yang tersedia di Stasiun Halim sejak diluncurkan pada Juni 2025. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi bagi pengguna yang membawa barang berukuran besar agar tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih praktis, nyaman, dan fleksibel, khususnya bagi pengguna yang melakukan perpindahan antarmoda.
Sejak mulai beroperasi, layanan penitipan barang di Stasiun Halim menunjukkan pemanfaatan yang cukup positif dari masyarakat. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 107 barang dititipkan oleh pengguna, sementara hingga tahun 2026 jumlah penitipan mencapai 105 barang. Barang yang dititipkan pun cukup beragam, mulai dari tas gendong hitam, tote bag, totebag merah berisi tas, koper navy, tas, koper, koper sepatu, tripod, koper dan ransel, hingga kardus. Ragam barang tersebut menunjukkan bahwa layanan ini dimanfaatkan oleh pengguna dengan kebutuhan perjalanan yang berbeda-beda, baik untuk aktivitas harian, perjalanan kerja, maupun perjalanan lanjutan menggunakan moda transportasi lainnya.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, menyampaikan bahwa layanan penitipan barang merupakan bagian dari upaya LRT Jabodebek untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
“Layanan penitipan barang di Stasiun Halim kami hadirkan untuk membantu pengguna yang membawa barang bawaan berukuran besar agar tetap dapat bepergian dengan lebih leluasa dan nyaman. Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Ke depan, LRT Jabodebek akan terus berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Radhitya.
Layanan penitipan barang tersedia setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dengan durasi maksimal penitipan selama 3×24 jam. Barang yang dapat dititipkan merupakan barang yang aman, tidak berbahaya, tidak berbau menyengat, dan memiliki berat maksimal 30 kilogram. Untuk menjaga keamanan barang, pengguna akan menerima tanda terima resmi yang wajib ditunjukkan saat proses pengambilan.
Stasiun Halim dipilih sebagai lokasi layanan penitipan barang karena memiliki peran strategis sebagai simpul integrasi antarmoda. Stasiun ini terhubung dengan layanan Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, serta Damri tujuan Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut membuat banyak pengguna datang maupun melanjutkan perjalanan dengan membawa koper atau barang bawaan berukuran besar, sehingga layanan penitipan barang menjadi fasilitas pendukung yang relevan bagi kebutuhan mobilitas pengguna.
Melalui berbagai pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan semakin dekat dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES