Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

oleh -

Audiensi Pendiri BioMom Swiluva Ma dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga membuka peluang kerja sama antarlembaga untuk memperkuat gizi keluarga dan mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.

JAKARTA,
16 Juli 2026 —
Pendiri BioMom, Swiluva Ma,
melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Republik Indonesia, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kantor Kementerian
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal
penjajakan kerja sama kelembagaan antara BioMom dan Kementerian Kependudukan
dan Pembangunan Keluarga dalam memperkuat edukasi gizi keluarga, meningkatkan
pemahaman masyarakat mengenai kesehatan pencernaan, serta mendukung upaya
percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, Swiluva memaparkan
program BioMom—Gerakan Keluarga Probiotik, sebuah inisiatif edukasi berbasis
ilmu pengetahuan yang menempatkan ibu dan keluarga sebagai pusat perubahan
perilaku hidup sehat. Program ini memperkenalkan hubungan antara kesehatan
saluran pencernaan, kualitas asupan makanan, imunitas, pertumbuhan anak, dan
kesehatan keluarga secara menyeluruh.

“Pencegahan stunting tidak hanya dimulai ketika
seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai lebih
awal, dari pengetahuan yang dimiliki keluarga, makanan yang tersedia di rumah,
serta keputusan-keputusan kecil yang dibuat seorang ibu setiap hari.”
— Swiluva Ma, Pendiri BioMom

Hingga saat ini, program BioMom telah memberikan
edukasi kepada 2.460 ibu di Kota Serang dan diperkirakan memberikan dampak
tidak langsung kepada lebih dari 9.348 anggota keluarga. Pelaksanaan program
dilakukan melalui pelatihan, materi komunikasi edukatif, pendampingan
komunitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku
kepentingan

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyampaikan apresiasi atas inisiatif Swiluva Ma sebagai generasi muda yang menghadirkan pendekatan ilmiah dan berbasis keluarga melalui BioMom. Ia menyambut baik semangat dan kreativitas Swiluva dalam menerjemahkan pengetahuan mengenai gizi, kesehatan pencernaan, dan probiotik menjadi gerakan yang mudah dipahami serta diterapkan masyarakat sebagai kontribusi positif bagi peningkatan kualitas keluarga dan pencegahan stunting di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Swiluva juga
menyerahkan rekomendasi kebijakan bertajuk “Gerakan Keluarga Probiotik:
Membangun Kota Probiotik dari Rumah
”. Rekomendasi ini menawarkan tiga pilar
utama kolaborasi: Penguatan regulasi dan
standardisasi, 
Edukasi dan perubahan
perilaku
dan Pengembangan pangan
probiotik lokal
.

Sebagai tindak lanjut konkret dari audiensi ini, BioMom dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga akan mempersiapkan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan kerja sama antarlembaga. MoU tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi penyusunan program bersama yang terukur, berkelanjutan, dan dapat diperluas untuk meningkatkan gizi keluarga serta mendukung percepatan penurunan stunting di berbagai wilayah Indonesia.

Audiensi ini menegaskan komitmen BioMom
untuk mendukung agenda pembangunan keluarga Indonesia melalui pendekatan
edukasi yang ilmiah, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan generasi muda diharapkan
dapat memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan keluarga sehat, anak
bertumbuh optimal, dan Indonesia bebas stunting.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES