Jember, SonaIndonesia.com – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, berbagai elemen masyarakat menggelar upacara pada hari Minggu (17/8). Hal ini juga tampak dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Alit Indonesia yang berkolaborasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anyelir 31.
Mereka menyelengarakan upacara pengibaran sang saka merah putih di bantaran sungai Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, yang berjarak sekitar 10 menit perjalanan dari sekolah. Meskipun digelar di bantaran sungai, namun seluruh peserta yang terdiri dari para guru, murid PAUD, wali murid dan tim dari Alit Indonesia mengikuti dengan tertib jalannya upacara.
“Kegiatan sengaja kita laksanakan di tempat ini (bantaran sungai), tentunya tetap bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air kepada anak-anak usia dini. Di samping itu (untuk) memberikan suasana berbeda dari (hari-hari) sebelumnya. Murid PAUD tentu senang karena lokasinya berada di wisata desa,” ungkap Donny Dellyar Noer, dari Alit Indonesia wilayah Jember.
Upacara dipimpin oleh Muslihah, Kepala Sekolah PAUD Anyelir 31 selaku pembina upacara. Sedangkan para petugas perangkat upacara mulai dari komandan upacara, petugas pengibar bendera, dan pembaca teks Pancasila semuanya adalah siswa-siswi PAUD.
“Kita telah mengadakan simulasi atau persiapan upacara pada hari sebelumnya guna memastikan kelancaran upacara yang kita adakan hari ini,” tambah Donny.
Secara umum upacara bendera berjalan lancar. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, termasuk mengheningkan cipta dan memanjatkan doa untuk para pahlawan kemerdekaan dan orang tua masing-masing peserta upacara yang telah tiada.
Muslihah selaku pemimpin upacara dalam pidatonya menyampaikan pesan tentang pentingnya menanamkan rasa nasionalisme dan semangat kerja keras kepada anak-anak sejak dini.
”Anak-anak kita kenalkan dengan rasa nasionalisme, kebangsaan, pentingnya kedaulatan, pentingnya kerja keras, terus belajar agar Indonesia ke depan maju dan rakyatnya sejahtera,” ujar Muslihah.
Selain itu, tidak kalah penting juga, peran orang tua dalam mengikuti dan mendampingi tumbuh kembang anak, memberi motivasi dan mendoakan sang anak agar diberi kemudahan dalam menempuh pendidikan.
“Anak-anak juga jangan lupa selalu patuh sama orang tua dan selalu mendoakannya,” tambah Muslihah.
Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan aneka perlombaan mendidik dan menghibur. Di antaranya adalah lomba bekal anak. Penilaian lomba mencakup unsur empat sehat lima sempurna.
Bertindak sebagai juri adalah tim Alit Indonesia dan seorang guru PAUD. Juri memilih dua orang murid sebagai pemenang dari masing-masing kelas. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
“Adapun lomba ini bertujuan untuk mengenalkan asupan bergizi ya, tentunya diharapkan meningkatkan wawasan dan pengetahuan wali murid serta anak (tentang) makanan bergizi,” jelas Donny dari Alit Indonesia wilayah Jember. (salim)
