Pernah Dicap ‘Sesat’, Gerakan Konservasi Yang Digagas Laskar Hijau di Gunung Lemongan Lumajang Diliput Media Asing

oleh -
oleh
Tim liputan media asing saat mewawancarai narasumber dari komunitas Laskar Hijau di Gunung Lemongan Lumajang. (Foto: sonaindonesia/rokhmad)

Lumajang, SonaIndonesia.com – Gerakan konservasi yang dilakukan komunitas peduli lingkungan, Laskar Hijau di Lumajang, Jawa Timur disorot media asing.

Adalah stasiun televisi asal Prancis, France 24 TV yang melakukan kegiatan peliputan tersebut yang siarannya disiarkan dalam tiga bahasa, Inggris, Perancis dan Arab.

Dalam liputan dengan fokus pada penyelamatan bumi bertema Green Islam tersebut, France 24 TV memilih Laskar Hijau sebagai subjek liputan bertajuk Lingkungan ini, karena konsistensinya melakukan penghijauan di Gunung Lemongan sejak tahun 2008 lalu.

“Perjuangan teman-teman Laskar Hijau ini menarik, karena melakukan penyelamatan lingkungan dengan menanam pohon di gunung,” ungkap Esti Wahyuni, Tim Liputan France 24 TV saat dikonfirmasi pada Selasa (29/10/2024).

Selain itu, sosok dibalik gerakan lingkungan yang bernama A’ak Abdullah Al-Kudus menjadi magnet dalam gerakan penyelamatan lingkungan ini.

Di Eropa, Gus A’ak dikenal karena fatwa sesat yang disematkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepadanya, karena menggunakan diksi Maulid Hijau saat memulai musim tanam pada 2007 silam.

Itulah sebabnya, Tim Liputan France 24 tertarik untuk menjawab pertanyaan “bagaimana bisa seseorang yang menghijaukan 2000 hektar lahan di lereng Gunung Lemongan di sebut sebagai aliran sesat”.

“Gus A’ak menurut kami adalah sosok Aktivis Lingkungan yang konsisten menyelamatkan Gunung Lemongan selama belasan tahun dan sangat keliru fatwa sesat itu disematkan padanya,” tambah Esti.

Sementara itu, pendiri Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al-Kudus mengaku senang, gerakan penyelamatan lingkungan yang dilakukannya mendapat perhatian hingga dunia internasional.

“Semoga gerakan kecil ini bisa memberi sumbangsih untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim,” ungkap Gus A’ak saat dikonfirmasi di sela-sela penanaman pohon.

Pihaknya berharap, perhatian ini berbuah manis dengan menjadi pemicu munculnya gerakan serupa di wilayah lain di berbagai belahan dunia.

“Kami berharap semangat gerakan penanaman ini menular ke banyak tempat di dunia,” pungkasnya.

Selain France 24, beberapa pekan lalu media asal Amerika Serikat, New York Times juga melakukan liputan gerakan penghijauan yang dilakukan Laskar Hijau. (rokhmad)