Kediri, SonaIndonesia.com – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 mulai dimatangkan sejak dini. Bertempat di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (30/7/2026), Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Komisi VIII DPR RI menggelar Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027.
Acara yang diikuti sekitar 300 peserta ini berlangsung antusias. Sosialisasi dipercepat agar pelayanan jemaah, baik di tanah air maupun selama koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi, bisa berjalan lebih optimal.
Kementerian Baru, Pelayanan Lebih Fokus
Anggota Komisi VIII DPR RI asal Lirboyo, KH. An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im, menegaskan kehadiran Kementerian Haji dan Umrah yang berdiri khusus membuat penyelenggaraan haji kini jauh lebih terfokus.
“Persiapan sengaja kita lakukan lebih awal untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Konsentrasi kementerian ini sekarang khusus mengurus haji dan umrah, sehingga servis di tanah air maupun koordinasi dengan Pemerintah Saudi akan jauh lebih maksimal,” ujar Gus An’im.
Seleksi Kesehatan Diperketat
Poin krusial yang menjadi evaluasi adalah istitha’ah kesehatan jemaah. Menurut Gus An’im, pemeriksaan kesehatan harus lebih ketat agar jemaah yang berangkat benar-benar siap fisik.
Pada haji tahun lalu, angka jemaah wafat tercatat 316 orang. Jumlah ini memang turun dari periode sebelumnya yang mencapai sekitar 400 orang, namun tetap menjadi catatan penting.
Pengetatan syarat istitha’ah juga untuk meminimalkan keluhan dari Pemerintah Arab Saudi terkait jemaah dengan risiko tinggi, terutama lansia dan jemaah sakit.
Buka Ruang Aspirasi Warga
Forum ini tidak hanya sosialisasi program, tapi juga menjadi ruang dialog. Panitia menampung langsung keluhan, masukan, dan pengalaman jemaah haji tahun sebelumnya untuk bahan evaluasi regulasi.
Dua hal yang ditekankan adalah edukasi manasik yang matang dan kesiapan fisik jemaah jauh-jauh hari.
Peluang Emas Bandara Dhoho Jadi Embarkasi
Kabar baik datang untuk warga Kediri Raya. Bandara Dhoho Kediri (DHX) yang telah berstatus internasional berpeluang besar menjadi embarkasi haji dan umrah.
Gus An’im optimistis, infrastruktur DHX siap. Saat ini ada sinergi kuat antara Kementerian Haji, Pemkab Kediri, Kementerian Perhubungan, serta akan ada tinjauan lapangan dari Pemerintah Arab Saudi.
Jika terwujud, Bandara Dhoho diproyeksikan melayani 10.000 hingga 11.000 jemaah dari 11-12 kabupaten/kota di sekitar Kediri, mulai dari Nganjuk, Tulungagung, Ponorogo, Madiun, Magetan, hingga Bojonegoro.
“Dampaknya pasti besar untuk UMKM dan ekonomi warga Kediri,” katanya.
Mina Akan Direnovasi Total, Layanan Armuzna Jadi Prioritas
Terkait pengembangan fasilitas di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), pemerintah juga menyiapkan investasi perbaikan.
“Harapannya ada renovasi total di Mina, mulai dari kapasitas tenda, termasuk wacana tenda bertingkat, sampai penambahan kamar mandi agar jemaah lebih nyaman,” ungkap Gus An’im.
Sementara itu, perwakilan Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Fathurrahman, menyebut kementerian telah menyusun 10 rekomendasi utama perbaikan layanan di Armuzna. Mina menjadi prioritas paling krusial karena keterbatasan lahan dibanding Arafah.
Melalui sosialisasi awal ini, Kemenhaj dan Komisi VIII DPR RI berharap penyelenggaraan Haji 2027 bisa berjalan lebih aman, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh jemaah Indonesia.
