Jawab Tantangan, Mahasiswa ITS Mandala Jember Siap Bangun Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih

oleh -
oleh
Suyono, Kades Desa Sidodadi, Jember dan Saiful Amin, S.E, M.M, dosen pembimbing berfoto bersama mahasiswa KKN ITS Mandala Jember. (Foto: sonaindonesia.com/salim)

Jember, SonaIndonesia.com – Guna memberikan hasil karya pengabdian yang berdampak, program KKN (Kuliah Kerja Nyata) Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala Jember siap mendukung digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Konsep tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha koperasi desa, yang menjadi program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan oleh dosen pembimbing KKN ITS Mandala Jember, Saiful Amin, S.E. M.M., saat mengunjungi para mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo untuk jangka waktu pengabdian Juli – Agustus 2025.

ITS Mandala Jember, menurutnya memiliki sumber daya di bidang informatika yang mampu menjawab tantangan pembuatan program, website maupun aplikasi marketplace untuk menunjang usaha kecil menengah maupun koperasi.

“Sebagai perguruan tinggi teknologi dan sains, kita memiliki kesiapan sumber daya untuk mewujudkannya,” kata Amin, panggilan Saiful Amin.

Pernyataan tersebut sebagai jawaban atas permintaan Kepala Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Suyono yang menginginkan ada aplikasi yang dikembangkan untuk menghubungkan usaha warga desa selaku pemasok barang dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak pemasaran.

Sebagai gambaran, tutur Suyono, aplikasi milik desa nantinya mampu menjembatani koperasi desa sebagaimana marketplace yang ada sekarang.

Di samping siap membantu pembuatan aplikasi tersebut, Amin mengatakan pihaknya siap memberikan pelatihan wirausaha, manajemen usaha maupun digital keuangan pelaku usaha mikro.

“Nanti mahasiswa kami bisa memberikan program yang berdampak, bisa mengadakan pelatihan, pemetaan usaha kecil menengah, termasuk jika ada usaha di desa ini yang ingin sertifikasi halal kita fasilitasi dan itu gratis,” tambah Amin.

Dengan demikian harapannya, para pelaku usaha di Desa Sidodadi semakin meningkat kemampuan dan keahliannya dalam menjalankan usaha kecil menengah.

Koordinator KKN (Kordes) ITS Mandala Jember Posko KKN 10, Afton Sulaiman mengatakan anggotanya yang berjumlah sembilan orang akan melaksanakan pembuatan program tersebut. Adapun waktunya KKN sampai 40 hari mendatang.

“Bahwa selain program tersebut, kita juga diminta bantuan dengan pihak desa untuk menuntaskan pendataan orang meninggal di desa ini. Informasi dari Pak Kades Suyono, banyak warga yang meninggal belum memiliki akte kematian,” katanya.

Terkait hal itu, Kades Sidodadi, Suyono mengatakan masih banyak warga yang meninggal masih terdata di kependudukan sehingga juga masih tercatat di daftar pemilih tetap, penerima bantuan sosial (bansos), maupun tercakup dalam BPJS UHC.

”Ini sudah ada 700an yang kita data, nanti kita lanjutkan lagi pendataannya. Alhamdulillah, ada mahasiswa KKN, siswa magang, nanti akan bahu-membahu mendata warga kami yang meninggal bersama petugas yang ada sekarang,” ungkap Kades Suyono.

Suyono mengaku pendataan tersebut mengalami kendala dari pihak keluarga yang belum mengurus, di samping itu juga keterbatasan petugas desa, yang hanya ada dua orang. (salim)