Pamekasan Madura, SonaIndonesia.com – Kedatangan Haji Khairul Umam di gudang induk Bawang Mas di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur disambut ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Madura untuk mengelar acara doa bersama jelang musim tanam tembakau tahun 2026, Minggu (12/4).
Penyambutan kedatangan Haji Khairul Umam atau lebih dikenal dengan Haji Her ini berlangsung di beberapa titik jalan kota hingga menuju Gudang Induk Bawang Mas di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.
Masyarakat tampak antusias menyambut kehadiran Haji Her yang datang dari ibu kota Jakarta. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Pamekasan, tetapi juga dari Kabupaten Bangkalan dan Sampang bahkan dari Kabupaten Sumenep. Sebagian di antaranya bahkan telah menunggu sejak pagi di kawasan Suramadu
Setibanya di lokasi gudang induk Bawang Mas, kegiatan dilanjutkan dengan istigasah atau doa bersama yang dipimpin oleh sejumlah kiai. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT menjelang musim tanam tembakau tahun ini.
Sejumlah tokoh agama tampak hadir di antaranya KH Hakam Masduki, KH Fahrurrozi Musyaffa dari Pondok Pesantren Cendana Kadur, KH Afifuddin Toha selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam Kadur, serta KH Kholil Muhammad dari Pondok Pesantren Gunung Sari.
Dalam kesempatan tersebut, para kiai menyampaikan pesan terkait pentingnya persiapan menghadapi musim tanam tembakau, sekaligus mendoakan kelancaran dan kesejahteraan para petani tembakau.
“Sekali lagi, mari kita berdoa secara khusyuk untuk kelancaran dan kesejahteraan petani tembakau Madura,” ujar KH Kholil Muhammad.
Selain petani tembakau, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, serta anggota Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) yang kebetulan diketuai oleh Haji Her sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, para petani juga diingatkan terkait peran Haji Her dalam pembelian tembakau pada musim panen sebelumnya yang dinilai berdampak terhadap stabilitas harga tembakau di Madura.
Selain itu, para kiai mengingatkan kepada petani untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang atau fenomena El Nino yang dapat berdampak pada ketersediaan air selama masa tanam.
Kegiatan doa bersama ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan petani tembakau dalam menghadapi musim tanam mendatang serta menjaga keberlangsungan sektor pertanian di wilayah Madura. (dhen_prie)
