Buka Rakernas Apkasi dan AOE 2023, Wapres Ma’ruf Amin Dukung Daerah Kembangkan Wisata Halal

  • Whatsapp
Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin memukul gong sebagai tanda peresmian Pembukaan Rakernas XV Apkasi Tahun 2023 dan AOE 2023 di Nusantara Hall, ICE BSD Kabupaten Tangerang, Kamis (20/7/2023). Tampak mendampingi, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Ketum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dan sejumlah pejabat lainnya. (Foto: sonaindonesia.com/humas apkasi)

Tangerang, SonaIndonesia.com – Kegiatan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Rakernas Apkasi) Tahun 2023 yang digelar bersamaan dengan pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2023 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin, di Nusantara Hall, ICE BSD Kabupaten Tangerang, Kamis (20/7/2023).

Dalam kesempatan memberikan sambutan pengantar, Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mewakili para Bupati memberikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada Wapres KH. Ma’ruf Amin yang berkenan menghadiri dua acara penting Apkasi.

Bacaan Lainnya

“Sebuah kehormatan bagi kami Pak Wapres berkenan hadir dan membuka rakernas dan pameran Apkasi dan ini menjadi semangat tersendiri bagi rekan-rekan kepala daerah yang terus berupaya keras untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” kata Bupati Dharmasraya ini.

Sutan Riska menyampaikan selain penambahan dana dari pusat melalui DAU dan DAK, pemerintah daerah berupaya mencari sumber pendapatan lain untuk pembangunan, salah satunya adalah melalui perdagangan dan investasi. Ia menambahkan, “Sebagai bentuk peran dan fungsi Apkasi dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas anggotanya, termasuk memfasilitasi kebangkitan perekonomian anggotanya, Apkasi telah melaksanakan sejumlah forum bisnis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan para buyer dan investor potensial.”

Selain itu, imbuh Sutan Riska, Apkasi saat ini sedang merancang forum perdagangan antardaerah yang melibatkan asosiasi-asosiasi pengusaha untuk pemenuhan supply dan demand di daerah. Tujuannya untuk menekan keran impor kebutuhan pokok dan mendukung program pemerintah dalam menstabilkan harga bahan pokok.

“Ketika pasokan kurang, harga akan naik. Maka, dengan adanya perdagangan antardaerah kami meyakini, pemenuhan kebutuhan masyarakat di daerah akan terpenuhi secara merata,” lanjutnya.

Sutan Riska juga mengatakan mewakili rekan-rekan kepala daerah yang tergabung dalam Apkasi memberikan apresiasi kepada Presiden dan Wakil Presiden berserta jajaran Kabinet Indonesia Maju yang telah memberikan komando dan arahan yang jelas kepada pemerintah daerah harus berbuat apa.

“Hasilnya bisa kita rasakan penanganan Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian nasional lebih dari 2,5 tahun nyatanya bisa ditangani dengan manajemen yang baik. Pembangunan infrastruktur yang masif hampir di seluruh daerah juga sangat mendorong konektivitas transportasi antardaerah sehingga pemulihan ekonomi di daerah bisa berjalan lebih cepat lagi. Serta adanya Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang rutin dilaksanakan setiap minggunya kami rasakan besar manfaatnya agar kami bisa menjaga inflasi di daerah tetap terkendali,” katanya.

Pada kesempatan ini, Sutan Riska juga melaporkan bahwa setelah pembukaan acara oleh Wakil Presiden, para bupati yang hadir akan melaksanakan rakernas guna membahas permasalahan-permasalahan strategis bersama beberapa menteri terkait. Sutan menambahkan, secara khusus akan membahas kesiapan Pemerintah Kabupaten dalam menyongsong Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 dengan harapan dapat terselenggara dengan lancar, aman dan kondusif.

“Bagi kami, daerah, adalah tempat kompetisi pemilu sesungguhnya. Perdebatan, persaingan bahkan gesekan bisa terjadi antarpendukung calon. Oleh karena itu, kita harus berkomitmen menjaga situasi yang kondusif, apapun latar belakang partai politik kita. Bapak Wakil Presiden, seluruh Pemerintah Kabupaten siap menjadi mitra Pemerintah pusat dan KPU dalam mewujudkan pemilu dan pilkada yang kondusif, damai dan aman,” kata Sutan Riska.

Sutan juga menjelaskan selain rakernas, secara bersamaan digelar pameran komoditas dan investasi unggulan daerah yang diikuti 150 Pemerintah Kabupaten, tiga pemerintah provinsi, dua kementerian,15 BUMN, tujuh perusahaan nasional dan multinasional serta 30 UMKM yang menempati 248 stand.

Sebelum itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah Apkasi menggelar dua acara strategis sekaligus.

“Kita patut bersyukur bahwa performance kinerja Indonesia yang diawaki oleh pemerintah pusat dan daerah secara serentak ini di dalam negeri terasa dan di luar negeri diakui. Terbukti pertumbuhan ekonomi sebagai indikatornya masih terjaga di atas 5%. Dan setelah dikomparasi dengan negara lainnya kita terbaik di dunia yang catatan pertumbuhan ekonomi masih bertumbuh di tengah beberapa negara mengalami resesi. Ini artinya ekonomi kita bergerak,” imbuhnya.

Kemudian harga barang dan jasa yang ditandai tingkat inflasi, imbuh Tito, di mana tahun lalu mencapai 5% dan berkat kerja sama dan kerja keras para kepala daerah yang terus bergerak, hasilnya menunjukkan tren menurun hingga kini mencapai 3,05%.

“Angka ini sesuai target Presiden Jokowi dan ini angka yang seimbang, menyenangkan baik bagi produsen maupun konsumen. Ini bagus ditandai dengan ketersediaan bahan makanan yang cukup di masyarakat,” katanya.

Terkait dengan Pemilu Tahun 2024, Mendagri Tito menegaskan bahwa ini momentum penting bagi bangsa ini. Pemilu ini, lanjutnya adalah titik terpenting dari sistem demokrasi yang kita anut, dengan melibatkan peran partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin atau perwakilannya.

“Untuk itu, mari kita suskeskan dengan orkestrasi multi stake holder. Salah satu peran yang kami harapkan dari para bupati adalah turut menjaga situasi dan kondisi agar tetap aman terkendali. Manfaatkan betul Tim PKS atau Pengendali Konflik Sosial, serta mohon dibantu, pemda memfailitasi infrastruktur seperti kantor dan gudang penyimpanan yang diperlukan KPU Daerah dan Bawaslu Daerah,” katanya.

Mendagri Tito juga menekankan kepada para kepala daerah agar pemerintahan tetap berjalan dan layanan publik tidak terganggu oleh kepala daerah yang ikut kontestasi politik.

“Tanggung jawab kepala daerah untuk membangun harus tetap berjalan, pemerintahan harus stabil dan layanan publik harus tetap terjaga, serta khusus para Penjabat atau Pj harus menjaga netralitas, tidak ikut dalam politik praktis pemenangan pemilu siapapun,” katanya.

Mendagri Tito mengapresiasi langkah Apkasi menghadirkan pameran komoditas daerah melalui AOE.

”Apresiasi yang tinggi kepada Apkasi, dan ini tentu kita support karena mendorong pertumbuhan UMKM dan kami minta para bupati mendorong UMKM-nya didaftarkan ke dalam sistem e-Katalog LKPP dan setelah itu pemerintah daerah bersama K/L, sesuai arahan Presiden membelanjakan 40% barang, jasa dan modal produk dalam negeri, sehingga ekonomi hidup, dan setelah hidup maka bisa diarahkan untuk memiliki daya saing dan daya dobrak, ke pasar internasional.”

Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin dalam sambutannya menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak lama lagi akan menghadapi pesta demokrasi, Pemilu dan Pilkada terbesar yang berlangssung secara serentak pada tahun 2024 dan paling kompleks dalam sejarah politik di Indonesia.

“Saya berharap pemimpin di kabupaten dan jajarannya sigap dalam menjaga stabilitas dan keamanan menjelang hingga pelaksanaan pemilu dan pilkada. Tingkatkan koordinasi dan antisipasi potensi kerawanan yang mungkin muncul agar Pemilu Tahun 2024 dalam berjalan lancar, sehingga menjadi proses lahirnya pemimpin-pemimpin yang transformatif, pemimpin yang akan mengelola penyusunan kebijakan negara dan daerah agar mendatangkan maslahat bagi rakyat,” katanya.

“Saya juga mengharapkan pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang mampu menjaga komitmen dalam mendorong kemajuan otonomi daerah. Otonomi daerah dan desentralisasi adalah pilihan terbaik bagi negara dalam mengelola pemerintahan untuk mendekatkan pelayanan publik, mendorong pembangunan daerah dan menghidupkan demokrasi lokal yang berkualitas,” imbuh Wapres.

Indonesia, tambah Wapres Ma’ruf Amin memiliki beragam potensi lokal yang terbentang luas di daerah nusantara. Dengan adanya Otonomi Daerah maka setiap pimpinan daerah merupakan suatu kesempatan bagi daerah untuk mengaktualisasikan dan mengoptimalkan potensi yang ada di daerah.

“Saya berharap, otonomi akan memacu pemimpin daerah untuk mengakselerasi pembangunan di daerahnya, meningkatkan kemakmuran, dan mengurangi ketimpangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wapres menuturkan, guna mewujudkan otonomi daerah yang bermanfaat bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat terus meningkatkan gagasan dan langkah inovatif, baik pada tataran kebijakan maupun penggunaan anggaran yang tepat guna, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud.

“Pastikan implementasi program dan anggaran yang efektif dan akuntabel hingga di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, sebagai ujung tombak perangkat pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” tegas Wapres.

Wapres juga meminta Pemerintah Kabupaten agar terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat dan ramah investor di daerahnya.

“Terus perkuat rantai pasok lokal dan akses pasar hingga mampu menjangkau pasar nasional hingga global,” imbuhnya.

Selanjutnya, Wapres meminta pemerintah kabupaten untuk fokus kepada komoditas-komoditas unggulan dari hulu ke hilir secara terpadu serta memperkuat peluang di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

“Kontribusi kabupaten dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah akan turut menentukan keberhasilan kita dalam mewujudkan visi menjadi Pusat Halal Dunia pada tahun 2024,” urai Wapres.

Terkait Apkasi Otonomi Expo, Wapres memberikan arahan kepada para pemimpin daerah agar ajang ini dimanfaatkan untuk mempromosikan destinasi wisata, komoditas, dan investasi unggulan daerah, tidak terkecuali produk dan jasa halal, seperti makanan dan minuman, fesyen, farmasi, kosmetik dan wisata halal.

“Banyak kabupaten yang memiliki potensi wisata yang layak dikembangkan untuk menarik investor, menumbuhkan ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan penghasilan warga setempat, sekaligus melestarikan budaya lokal,” tutur Wapres.

Wapres menambahkan, “Selain itu, wisata halal juga layak untuk dikembangkan mengingat jumlah wisatawan muslim dunia terus melonjak, hingga mencapai 110 juta wisatawan pada tahun 2022.” (humas apkasi/erkoes)