Jember, SonaIndonesia.com – Dalam rangka membangun sinergi agar selaras dengan visi dan misi Pemkab Jember, puluhan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) mengikuti workshop bertajuk “Membangun Sistem Keberlanjutan Program Kemanusian Inklusif melalui Kerja Kolaboratif Mitra Pembangunan di Kabupaten Jember”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Suar Indonesia di Aula Pertemuan Bakorwil V Jember pada Jumat (26/7).
Dua narasumber hadir memberikan materi pada kegiatan tersebut, yakni pendiri Suar Indonesia, Sanusi, dan Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember, Gogot C. Baskoro.
Dalam paparannya Sanusi menyampaikan keinginan pihak OMS untuk menyelaraskan kegiatan dengan program-program yang dicanangkan Pemkab Jember.
“Ada waktunya sebuah program dari kita berhenti karena kontrak dengan pendonor habis. Jadi kita ini ingin menyeleraskan program kita (OMS), dengan program-program Pemerintah Kabupaten agar bisa berkelanjutan dari tahun ke tahun berikutnya,” papar Sanusi.
Sanusi menambahkan, program yang digarap Perkumpulan SuaR Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Gemilang sehat Indonesia selama ini adalah Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas untuk pelajar setingkat SLTP. Dengan target para siswa/siswi di enam sekolah di Kecamatan Silo dan Kecamatan Ledokombo. Terdiri dari tiga sekolah SMP Negeri, tiga lainnya sekolah pondok yaitu satu SMP swasta dan dua MTs.
“Program berjalan mulai Mei tahun 2022 berupa sosialisasi, penguatan kapasitas, hingga advokasi mendorong kebijakan. Siswa sebagai penerima manfaat program didukung dengan guru pendamping setara, manajemen sekolah dan pondok pesantren, layanan kesehatan puskesmas, muspika, DP3AKB, Kemenag, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Jember, OMS Serta pelibatan media massa,” tambahnya.
Sementara itu Gogot C. Baskoro memaparkan visi misi Bupati Jember dengan beragam program-programnya. Dia mengajak peserta ikut membantu menyukseskan program-program tersebut, utamanya mengentaskan kemiskinan di Jember.
“Tapi jangan bawa proposal ke saya, dengan harapan mendapatkan dana. Posisi saya nanti mengkomunikasikan dengan bupati, nanti biar ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD),” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta menyampaikan program yang telah dilaksanakan dan berharap bisa bekerja sama dengan Pemkab Jember. Mulai dari soal benda budaya, kebijakan kesehatan, hingga kebijakan inklusi terkait bencana untuk warga berkebutuhan khusus.
“Kalau dari kita (meminta) agar surat edaran terkait program tersebut nantinya juga bisa ditingkatkan melalui surat keputusan bupati, sebelumnya sudah ada (Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Jember),” kata Budiman Widyanarko, Project Officer SuaR Indonesia .
Budiman berharap kegiatan workshop ini memberi dampak positif bagi seluruh peserta, terutama dalam hal keterlibatan membangun Kabupaten Jember, aktif dan inklusif mendorong perubahan Jember Baru Jember Maju.
“Selain itu juga memastikan pendekatan kemanusiaan dengan adanya layanan publik yang ramah terbuka tanpa diskriminasi dan mendorong peran peran OMS sebagai mitra pemerintah dalam peluang akses sumber daya dan pendanaan untuk keberlanjutan PKRS di Kabupaten Jember yang telah berakhir,” harapnya. (salim)
