Fam Trip Hyang Argopuro Promosikan Wisata Unggulan Jember

oleh -
oleh
Peserta Fam Trip Hyang Argopuro berfoto bersama di Pantai Watu Ulo, Ambulu Jember. (Foto: sonaindonesia.com/salim)

Jember, SonaIndonesia.com – Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Jember, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember menggelar familiarisation trip (fam trip) atau pengenalan wisata kepada para pelaku wisata utamanya. Para peserta diajak merasakan langsung wisata unggulan di Jember, mulai dari mengunjungi pabrik cerutu Bin Cigar, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Batik Resti Ambulu, wisata Pantai Watu Ulo, Lereng Gunung Argopuro di Rembangan hingga menikmati suguhan event Hyang Argopuro di Lapangan Desa Arjasa.

Para peserta rata-rata berkecimpung di dunia pariwisata, beberapa di antaranya berasal dari luar kota Jember, seperti Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten Pati dan Semarang.

“Kita sengaja mengundang mereka jauh-jauh ke Jember, kita perkenalkan wisata Jember yang terkenal dengan Jember Fashion Carnival, tembakau dan cerutu, kopi, kedelai edamame, wisata pantai, pegunungan dan tentunya juga budayanya,” kata Deta Irama Kasih, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember.

Salah satu peserta memperlihatkan cerutu buatannya di pabrik Bin Cigar. (Foto: sonaindonesia.com/salim)

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi pabrik cerutu Bin Cigar di Kelurahan Jubung Kecamatan Sukorambi, sekitar 15 menit dari alun-alun Pemkab Jember. Di tempat tersebut para peserta diberikan pengetahuan tentang tembakau, cerutu, proses pembuatan dan sejarahnya.

“Ini menarik, di sini kita bisa melihat dari dekat bagaimana membuat cerutu, kita bisa membuatnya sendiri dan kita bawa pulang cerutunya. Pengalaman yang berbeda,” ungkap Deddi, salah satu peserta.

Perjalanan dilanjutkan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Puslitkoka merupakan lembaga riset dan pengembangan kopi dan kakao nasional yang telah berusia 110 tahun. Lembaga riset ini dulu bernama Besoekisch Proefstation yang didirikan pada masa kolonial Belanda.

Peserta diajak berkeliling di perkebunan kopi dan kakao, melihat-lihat proses pengolahan kopi, pengolahan olahan makanan dan kue cokelat. Di sini aneka makanan dan minuman kopi dan cokelat, es krim bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

Selanjutnya peserta diajak mengunjungi Batik Resti di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu. Batik Resti merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) pengrajin batik tulis maupun batik cap-capan. Peserta bisa mendapatkan wawasan mengenai proses pembuatan batik dari awal sampai selesai, bahkan juga bias membeli aneka produk jadi siap-pakai dari beragam kain dan corak batik.

Menjelang sore hari, peserta diajak bersantai di destinasi wisata Pantai Watu Ulo di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu yang terletak di ujung paling selatan Kabupaten Jember.

Selain pemandangan Pantai Watu Ulo, para peserta juga diajak menikmati hidangan ikan bakar khas masyarakat lokal ala gala dinner. Penampilan live music band lokal kian menambah hangat suasana bersantap hidangan.

“Bagaimana pendapat bapak ibu terkait wisata Jember yang kita kunjungi hari ini?,” sapa Deta Irama Kasih, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalamannya.

Eko dari biro perjalanan wisata di Kabupaten Pati dan Semarang yang mengaku baru pertama kali datang ke Jember mengungkapkan pengalamannya.

“Saya baru tahu ada fam trip, waktunya terlalu mepet untuk persiapan datang. Sebenarnya banyak pelaku wisata di Jawa Tengah, yang bisa diajak ke sini. Ini Pantai Watu Ulo menarik, bila dikomunikasikan dengan baik bisa menjadi (tujuan) kunjungan wisata dari luar kota,” ungkapnya.

Fam Trip ditutup dengan bermalam di Hotel Rembangan, untuk menyaksikan event budaya ”Hyang Argopuro” di Lapangan Arjasa, Kecamatan Arjasa Jember keesokan harinya. (salim)