Mewakili Dewan Pengurus, Ketua Bidang Politik dan Keamanan Apkasi Joune Ganda, menegaskan bahwa pemerintah daerah, khususnya di tingkat Kabupaten, berkomitmen untuk berkolaborasi dengan para pelaku industri dalam menangani isu pengelolaan sampah. Menurutnya, bahwa penggunaan teknologi terbaru menjadi kunci untuk menangani permasalahan sampah di daerah sekaligus menambah sumber pendapatan pemerintah daerah.
“Distribusi teknologi terbaru dalam pengelolaan dan pembuangan sampah sangat dibutuhkan di seluruh daerah Indonesia. Hal ini esensial untuk meningkatkan persentase pengelolaan sampah kita menuju green environment. Kami berharap bahwa melalui IIWTT 2023 ini, ada inovasi-inovasi yang cocok diimplementasikan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Joune yang juga Bupati Minahasa Utara ini.
WKU Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin Indonesia dan Ketua Pelaksana IIWTT, Sarman Simanjorang, menekankan bahwa IIWTT tahun ini merupakan platform bagi semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama membahas upaya pengelolaan sampah dengan teknologi terkini.
“Ini bukan hanya tentang mengatasi masalah sampah saat ini, tetapi juga bagaimana kita bisa mencapai visi ekonomi dan industri yang berkelanjutan sesuai dengan Visi Indonesia Emas 2045. Saat masa keemasan 2045 nanti, kita ingin Indonesia telah sepenuhnya mampu mengelola industri secara berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sampah,” tegas Sarman.
Sedangkan WKU Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kadin Indonesia, Silverius Oscar Unggul, juga mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang optimal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular yang dapat menjadi jalan keluar permasalahan sampah. Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam ekonomi sirkular yang perlu dipahami oleh semua pemangku kepentingan. Prinsip pertama adalah memahami bahwa sebagian besar sampah dan polusi berasal dari desain produk dengan model ekonomi linier. Kedua, adalah tidak boleh terus-menerus membuang sumber daya.
“Pilar terakhir adalah fokus pada umpan balik yang mendukung perbaikan lingkungan alam secara aktif. Memahami tiga pilar ini adalah esensi dari bagaimana kita seharusnya mengelola sampah kita dengan bijak,” tutup Silverius.
IIWTT 2023 yang berlangsung 1-2 Novermber 2023, menghadirkan sekitar 25 forum diskusi dan keynote speech yang diisi oleh berbagai narasumber terkemuka dari pihak-pihak kementerian dan atau lembaga, dimulai dari level menteri, kedeputian, kepala lembaga, pihak industri, NGO, hingga para pelaku UMKM. Acara tersebut juga dihadiri 15 exhibitor yang akan memamerkan alat, mesin, serta teknologi pengelolaan dan pembuangan sampah terkini kepada investor dan Pemda melalui sesi business matching dan business forum.
Selain itu, terdapat market sounding yang bertujuan memasarkan dan memperkenalkan produk sekaligus mempertemukan peluang investasi kepada para investor maupun stakeholder terkait di bidang teknologi sampah sehingga nantinya dapat terealisasikan penggunaan teknologi sampah di Indonesia. Kadin Indonesia dan APKASI juga akan mengadakan workshop sampah plastik rumah tangga sebagai salah satu rangkaian kegiatan acara IIWTT 2023. (humas apkasi/erkoes)
