
Ketua KPUD Sikka, Vinsensius Vivano Bogar, S.Fil. SH, yang dimintai keterangan seputar jumlah DPT itu mengaku walau sudah di tetapkan sebagai DPT, namun karena sampai saat ini masih terdapat belasan ribu pemilih potensial yang belum memiliki E-KTP maka jumlah warga kabupaten Sikka yang akan menggunakan hak pilihnya diperkirakan akan mengalami perubahan.
“Saat ini masih terdapat lebih dari 15.000 penduduk potensial yang baru memenuhi syarat untuk ikut memilih. Untuk itu, saya yakin jumlah pemilih akan terus bertambah sampai dengan hari-H pencoblosan nanti. Selain menggunakan E-KTP, warga potensial pemilih nantinya boleh menggunakan surat keterangan pengganti KTP untuk melakukan pencoblosan,” kata Vivano Bogar.
Sekedar diketahui, Kabupaten Sikka termasuk satu dari sejumlah kabupaten lain di NTTyang akan menggelar Pemilukada bersama dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang sesuai agenda akan berlangsung serentak pada 27 juni 2018. Suksesi Sikka kali ini, melibatkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bersaing merebut kursi Sikka satu. Ketiga pasangan itu masing-masing Yoseph Ansar Rera – Rafael Raga Tua (Paket Ansar–Raga)/ Alexander Longginus – Stefanus Say (Paket Alex–Stef) dan paket Fransiskus Roberto Diogo Idong – Romanus Woga (Paket Roma). Satu hal yang menarik adalah dari ketiga paket ini, Yoseph Ansar Rera dan Alexander Longginus, keduanya pernah menjadi Bupati Sikka, sementara Soberto Diogo Idong adalah anak mantan bupati sementara Rafael Raga dan Stef Say adalah mantan anggota DPRD Sikka. Satu-satunya pendatang baru hanya Romanus Woga. (Ama Adonara)