Jakarta, 23 September 2026 — Kuliner Jepang terus menemukan tempatnya di
tengah selera masyarakat Indonesia. Mulai dari sajian utama seperti sushi dan
ramen yang disajikan di restoran hingga pilihan yang lebih kasual
seperti onigiri, takoyaki, dan berbagai agemono (pilihan makanan
yang digoreng).
Sebuah studi yang mengulas perilaku Gen Z dalam memilih Japanese
food di Jakarta Selatan pada tahun 2025 lalu juga menunjukkan bahwa 45%
responden mengonsumsi Japanese food sebanyak 1-2 kali per bulan,
sementara 35% mengonsumsinya 3-4 kali dan 20% lebih dari empat kali dalam
sebulan. Studi yang sama menemukan bahwa cita rasa menjadi faktor utama dalam
pemilihan Japanese food, disusul oleh pertimbangan harga, lokasi,
rekomendasi media sosial, dan pengalaman menarik secara visual dan emosional.
Sejalan dengan temuan tersebut, Agriculture & Food Affairs Department
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, menyebutkan jumlah restoran Jepang di
Indonesia pada tahun ini pun mencapai sekitar 6.500 gerai, menjadikannya yang
terbanyak di Asia Tenggara.
Popularitas tersebut juga membuka ruang bagi eksplorasi baru.
Alih-alih hanya menghadirkan hidangan Jepang dalam bentuk konvensional,
sejumlah pelaku industri kuliner mulai menerjemahkan elemen rasa yang familiar
ke dalam format yang lebih dekat dengan keseharian konsumen.
Pendekatan inilah yang diangkat Janji Jiwa, salah satu brand
dalam JIWA Group, melalui kolaborasi terbarunya bersama chef dan restaurateur
Ray Janson. Bertajuk “A Twist of Japan,” kolaborasi ini
mengeksplorasi karakter Japanese-inspired flavors melalui sajian
toast yang praktis dan easy-to-go.
Bagi Janji Jiwa, eksplorasi tersebut menjadi cara untuk melihat
kembali bagaimana sebuah sajian yang sudah familiar dapat dikembangkan melalui
perspektif baru. Sementara bagi Ray, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk
menerjemahkan pengalamannya di berbagai dapur dan lanskap kuliner ke dalam
sajian yang tetap approachable bagi konsumen Indonesia.
CEO JIWA Group, Billy Kurniawan, mengatakan, “Kolaborasi dengan Chef Ray
Janson menjadi salah satu cara kami untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru dan
menghadirkan pengalaman yang relevan bagi Teman Sejiwa. Dengan pengalaman Ray
di industri kuliner serta pendekatannya yang eksploratif terhadap makanan, kami
melihat adanya keselarasan dengan semangat Janji Jiwa untuk terus berinovasi.
Melalui A Twist of Japan, kami ingin melihat bagaimana karakter toast Janji
Jiwa yang sudah familiar dapat dieksplorasi melalui perspektif dan inspirasi
baru.”
Di balik eksplorasi tersebut adalah Ray Janson, seorang chef,
restaurateur, dan podcaster yang telah berkiprah di industri kuliner
selama lebih dari 15 tahun. Perjalanan profesionalnya mencakup pengalaman di
sejumlah dapur ternama di Prancis, Australia, dan Denmark, termasuk L’Atelier
de Joël Robuchon St. Germain di Paris, Quay di Sydney, serta Noma dan Kadeau di
Copenhagen.
Lulusan Le Cordon Bleu Paris tersebut kemudian melanjutkan kiprahnya
di Indonesia sebagai chef, restaurateur, dan entrepreneur. Ia
merupakan pemilik SEBA Blok M, Japanese izakaya and sake bar, serta
dikenal melalui Ray Janson Radio, podcast yang mengangkat berbagai
cerita dan figur di industri food and beverage Indonesia. Ray juga saat
ini berperan sebagai Kepala Bidang Komunikasi dan Media di Dewan Kuliner
Indonesia.
Dengan latar belakang tersebut, pendekatan Ray dalam kolaborasi ini
bukan sekadar menghadirkan elemen Jepang, melainkan mencari cara agar karakter
rasa tersebut tetap dapat diterima dalam konteks makanan sehari-hari.
“Kolaborasi dengan JIWA Group menjadi satu pengalaman yang membawa
challenge baru bagi saya. Toast Janji Jiwa telah dikenal luas dan menjadi
favorit banyak orang. Tantangannya bukan hanya bagaimana membawa inspirasi
Japanese food ke dalam format yang tetap approachable, familiar, dan
easy-to-enjoy untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga bagaimana menjaga
kualitas dan karakter produk agar tetap konsisten ke depannya,” ujar Ray
Janson.
Eksplorasi tersebut kemudian diwujudkan melalui dua kreasi terbaru
Janji Jiwa, yaitu Goma Chicken Toast dan Menchi Beef Katsu Toast.
Goma Chicken Toast memadukan toasted bread dengan ayam crispy
bercita rasa pedas, kol segar, mayones creamy, saus wijen gurih, dan
bawang putih goreng aromatik. Perpaduan tersebut menghadirkan rasa gurih dan
tekstur renyah, dengan karakter wijen (sesame) dan bawang putih goreng (fried
garlic) yang memperkaya keseluruhan sajian.
Sementara itu, Menchi Beef Katsu Toast menghadirkan toasted bread
dengan crispy beef menchi katsu, kol segar, dan mayones mustard
creamy, serta saus Japanese-style dengan karakter rasa manis dan
gurih.
Kedua menu tersebut menjadi interpretasi A Twist of Japan terhadap
bagaimana Japanese-inspired flavors dapat hadir dalam format yang lebih
familiar. Bukan sebagai hidangan Jepang konvensional, melainkan sebagai everyday
comfort food yang praktis dinikmati di tengah aktivitas sehari-hari.
Melalui kolaborasi ini, Janji Jiwa dan Chef Ray Janson menghadirkan
satu perspektif baru terhadap tren kuliner Jepang di Indonesia: bahwa
eksplorasi rasa tidak selalu harus berarti sesuatu yang asing. Justru dengan
membawa karakter yang sudah dikenal ke dalam format yang familiar, cita rasa
baru dapat menjadi bagian dari keseharian.
“Kami berharap A Twist of Japan dapat diterima dengan baik oleh
masyarakat Indonesia, khususnya para penikmat toast Janji Jiwa. Kami
ingin dua kreasi ini menjadi pilihan baru bagi mereka yang ingin menikmati cita
rasa yang familiar dengan pengalaman yang sedikit berbeda bersama Janji Jiwa,”
tutup Billy.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES







