Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

oleh -

Banyumas, 21 April 2026 – Banyumas menjadi titik
penting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan
Indonesia. Sabtu (18/4), Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI)
resmi mendeklarasikan Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia
di Bumiku
Bumimu (BBH) Hijau Farm, Ajibarang sebuah momentum yang menandai dimulainya
babak baru kebangkitan jamu dan rempah Nusantara.

 Deklarasi ini mendapat
perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan
RI, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M.
, hadir di tengah para pelaku jamu,
petani, dan peternak. Kehadiran ini menjadi sinyal positif bahwa herbal dan
rempah mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi ketahanan pangan
sekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

 Dipimpin oleh Ketua Umum
PPJAI, apt. Heri Susanto, S.Farm., ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah
menyatukan komitmen untuk membawa jamu dan rempah Indonesia naik kelas. Bukan
hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong inovasi, standarisasi, dan perluasan
akses pasar agar produk lokal mampu bersaing secara lebih luas.

 Acara ini juga menghadirkan
ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku di lapangan. Diskusi
antara Menko Pangan RI dengan petani, peternak, dan produsen jamu membuka
berbagai perspektif, mulai dari tantangan produksi, kualitas bahan baku, hingga
distribusi dan daya saing produk. Momen ini menjadi langkah penting dalam
menyelaraskan arah kebijakan dengan kebutuhan nyata di industri herbal.

 Turut hadir, inisiator
Badan Herbal Rempah Republik Indonesia, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., bersama Ketua
Dewan Pembina PPJAI, Mukit Hendrayutno, S.T.,
yang menegaskan bahwa “gerakan
ini dirancang sebagai upaya jangka panjang. Fokusnya adalah membangun ekosistem
yang lebih kuat, meningkatkan posisi tawar pelaku lokal, serta mendorong
terciptanya nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha jamu
tradisional.”

 Sebagai negara dengan
kekayaan tanaman herbal dan rempah yang melimpah, Indonesia memiliki peluang
besar untuk menjadi pemain utama di industri ini. Namun, potensi tersebut
selama ini belum sepenuhnya dioptimalkan. Melalui gerakan ini, PPJAI mendorong
kolaborasi lintas sektor agar kekayaan tersebut dapat dikelola secara lebih
terarah dan berkelanjutan.

Rangkaian
kegiatan dalam deklarasi ini dirancang menyeluruh, mulai dari penyampaian visi
gerakan, prosesi deklarasi, dialog terbuka, hingga kunjungan ke kawasan
peternakan terpadu dan pameran produk unggulan. Semua ini menjadi gambaran
bahwa gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan pada langkah
nyata di lapangan.

Gerakan
Herbal dan Rempah Indonesia membawa harapan baru, bahwa kekayaan alam Nusantara
tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan
masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan
berbagai pihak, langkah ini berpotensi membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil
lebih percaya diri sebagai pusat industri herbal dan rempah di tingkat global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES