Untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengguna, sekaligus langkah persiapan menjelang masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), LRT Jabodebek bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta melaksanakan pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sarana dan prasarana LRT Jabodebek. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelayanan dalam mendukung perjalanan masyarakat yang aman, nyaman, dan mudah diakses selama periode libur akhir tahun.
Pemeriksaan berlangsung selama 4 hari, pada 3–6 November 2026, dengan mencakup 6 aspek, yakni keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan. Pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas stasiun maupun sarana kereta untuk memastikan pelayanan kepada pengguna telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Pada fasilitas stasiun, pemeriksaan meliputi toilet, musala, lift, eskalator, pos kesehatan, aksesibilitas seperti toilet khusus penyandang disabilitas, guiding block, kursi roda, serta fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan dan kondisi fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas berbagai kelompok pengguna, termasuk penyandang disabilitas, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, pemeriksaan pada sarana kereta mencakup kondisi kabin, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), tombol Emergency Brake atau rem darurat, Passenger Information Display System (PIDS), serta fasilitas tempat duduk pengguna. Pemeriksaan juga memperhatikan aspek kebersihan dan pemeliharaan fasilitas, termasuk pemantauan berkala terhadap masa kedaluwarsa dan kelayakan perlengkapan keselamatan maupun obat-obatan di kotak P3K.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa pemeriksaan bersama DJKA merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan serta standar pelayanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menggunakan layanan LRT Jabodebek dengan rasa aman dan nyaman.
“Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru tidak hanya berkaitan dengan kesiapan perjalanan kereta, tetapi juga memastikan fasilitas yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi terawat dan berfungsi dengan baik. Selain itu, juga memperhatikan kebutuhan pengguna prioritas, seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, lansia, dan pengguna yang membutuhkan bantuan mobilitas. Dengan demikian, seluruh pengguna dapat memperoleh kemudahan akses dan pengalaman perjalanan yang lebih baik,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum fasilitas pelayanan di stasiun LRT Jabodebek telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun demikian, jajaran petugas LRT Jabodebek senantiasa tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap segala fasilitas yang memiliki masa berlaku dan juga menjaga kebersihan di berbagai area, serta menjaga kelayakan perlengkapan seperti APAR dan obat-obatan di pos kesehatan.
“Saran tersebut, menjadi perhatian bagi petugas LRT Jabodebek untuk ditindaklanjuti melalui pemantauan dan perawatan rutin, dan menjadi bagian dari pemeliharaan rutin yang dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan, LRT Jabodebek berkomitmen menjaga kualitas transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru maupun dalam pelayanan sehari-hari.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES


