Dorong Ekonomi Rakyat Melalui Pemerintah Desa Yang Inovatif

oleh -
Ketua DPD RI melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Jawa Timur selama masa reses. (Foto: SonaIndonesia.com/ist)

Surabaya, SonaIndonesia.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengajak pemerintah desa membuka peluang kerja sama dengan para pihak, baik BUMN/BUMD atau Swasta untuk pengembangan UMKM.

“Pemerintah desa dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk mengembangkan produksi-produksi UMKM dan mikro. Contohnya program Desa Brilian yang digagas BRI. Dengan kerjasama ini, produk UMKM akan memiliki pasar yang lebih luas. Berarti keuntungan yang akan didapat juga lebih tinggi,” ujarnya,

Baca Juga:

Tidak itu saja, senator asal daerah pemilihan Jawa Timur ini juga mengatakan perlunya literasi atau dukungan pengetahuan dan informasi bagi pelaku usaha mikro.

“Pelaku usaha mikro harus kaya literasi dan pengetahuan. Karena, dengan literasi dan pengetahun yang didapat, mereka dapat membuat inovasi-inovasi produk yang berkesinambungan. Para pelaku harus memiliki mitra yang dapat dijadikan inspirasi,” katanya.

Ketua DPD RI itu pun mengajak para kepala desa untuk kreatif mengembangkan produktivitas melalui pengembangan UMKM dan sektor pertanian di desa-desa.

“Apalagi sekarang banyak kepala desa yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan jaringan yang cukup luas,” pungkasnya.

Pembangunan pedesaan bisa dilakukan secara masif dan inovatif oleh perangkat desa agar berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Bagi LaNyalla, konsep pembangunan Indonesia Sentris atau pembangunan merata se Indonesia, harus menyentuh desa, dengan mengoptimalkan dana desa dan APBD daerah.

“Kita berharap hadirnya desa-desa yang inovatif, yang mampu mengembangkan potensinya. Pembangunan pedesaan harus dilakukan masif dan inovatif,” katanya  Senin (16/2/2021) di Surabaya dalam rangkaian reses di Jawa Timur.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu menambahkan, ada dampak positif jika pembangunan ekonomi masyarakat dimulai dari desa.