Sementara itu Ketua Pelaksana POI 2022, Sarman Simanjorang menjelaskan bahwa POI merupakan brand baru setelah sebelumnya menggunakan nama Putri Otonomi Daerah (POD).
“Kegiatan ini telah berlangsung selama empat kali yakni pada 2017, 2018, 2019 dan 2021 di mana ada jeda di 2020 karena pandemi Covid-19. Kami memberikan apresiasi setingi-tingginya kepada para bupati yang telah aktif mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ajang POI 2022,” imbuhnya.
Tahun ini, Sarman yang juga Direktur Eksekutif Apkasi mengatakan bahwa minat daerah untuk mengikuti POI sangat tinggi.
“Setidaknya sekitar 100 lebih daerah yang mendaftarkan putrinya, namun setelah diseleksi administrasi terjaring 35 peserta yang lolos mengikuti seleksi tatap muka di Kabupaten Bogor. Dari 35 finalis kemudian diseleksi secara ketat hingga muncul nama 22 besar,” tambahnya.
Sarman meneruskan dari 22 besar, para finalis lantas ditugaskan untuk membuat video eksplorasi potensi unggulan di masing-masing kabupaten dan diunggah ke media sosial. Ia berujar, “Hasilnya keluar 12 besar yang berhak bertarung di malam Grand Final POI 2022.”
Untuk menjaga netralitas dan transparansi, masih menurut Sarman, dalam kegiatan POI 2022 telah dilibatkan juri-juri kompeten, di antaranya; dr. Reisa Broto Asmoro (Puteri Indonesia 2010), Sri Suparni Bahlil (Istri Menteri Investasi/Kepala BKPM), Andreano Philip (Mister Indonesia 2006), Harry Subastian (Senior Photography MRA Group) dan Erika Widyaningsih (Founder Jelajah Kain/Tokoh Budayawan).
Melihat tingginya antusiasme para peserta dan ketatnya persaingan pada proses seleksi pemilihan POI 2022, Sarman berharap bagi daerah yang belum berhasil lolos ke grand final, agar tetap memiliki antusiasme yang tinggi untuk mengikuti event yang sama di tahun depan.
“Persiapkan sejak dini para putri lewat seleksi pemilihan Putri Otonomi Daerah yang dilaksanakan di masing-masing kabupaten. Untuk kelancaran pelaksanaannya, Apkasi dalam waktu dekat akan membuatkan panduan atau petunjuk teknis yang bisa dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pemilihan Putri Otonomi di level kabupaten,” ujar Sarman yang menambahkan tagline POI adalah “Dari Daerah Untuk Indonesia”.
Sarman lantas mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bogor yang menjadi tuan rumah.
“Kami haturkan terima kasih kepada Pemkab Bogor yang dengan baik telah menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan mulai dari Rakernas XIV Apkasi Tahun 2022, Syukuran HUT ke-22 Apkasi, Grand Final POI 2022, Apkasi Charity Golf Tournament dan Sepakbola Persahabatan Tim Apkasi melawan Tim Pemkab Bogor di Stadion Internasional Pakansari,” katanya.
Untuk event POI 2023, lanjut Sarman, Pemkab Kebumen sudah menyanggupi untuk menjadi tuan rumah dan telah dilakukan serah terima secara simbolis antara Pemkab Bogor kepada Pemkab Kebumen. (hms-apkasi/erkoes)












