Perkuat persaudaraan, PIJP gelar Halal Bihalal

oleh -
oleh

Pamekasan Madura, SonaIndonesia.com – Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan ( PIJP ) menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang selalu dilaksanakan setiap tahun untuk mempererat tali silaturahmi persaudaraan di Rumah Kediaman Hendra HL. Humas PIJP dan Pemilik Barokah Catering Jalan Bahagia Kel.Bugih Pamekasan Madura Jawa Timur.
(Jum’at,08/05/2026).

Ketua Umum PIJP , Sujak Lukman SH menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan kemitraan yang selalu mendukung kegiatan PIJP guna kemajuan pembangunan di kabupaten Pamekasan Madura.

“Melalui momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah tahun 2026 ini, mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, yudikatif legislatif dengan media. Kolaborasi ini penting untuk membangun kemitraannya yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Sujak Lukman.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan integritas dalam pengelolaan daerah serta mengoptimalkan potensi pariwisata,UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut Sujak menekankan pentingnya menjadikan Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan komitmen bersama.

“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mempererat silaturahmi, menguatkan komitmen kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pamekasan dan seluruh mitra tidak terkecuali yang selama ini menjadi mitra strategis PIJP dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.

Begitu juga Sekretaris PIJP Wahyudi SH menyebut Halal Bihalal tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga momentum mengkaji isu terkini. Soal refleksi moral dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik untuk kedepannya.

Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas harus terus diperkuat dalam tata kelola pemerintahan daerah. Terutama dalam mengawal pembangunan setempat sebagai jurnalis.

“PIJP juga berkomitmen mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik ( good governance ) serta menolak segala bentuk praktik penyimpangan, termasuk kebocoran pendapatan daerah,” tegas Yudi panggilan akrab Sekretaris PIJP.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara PIJP, pemerintah daerah, wartawan semakin solid dalam mendukung pembangunan Pamekasan yang berkelanjutan.

Gus Syuhadaullah pengasuh pondok Pesantren Darul ulum tambak pring surabaya menyampaikan “Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilakukan saat Syawal (biasanya setelah Idul Fitri) untuk bersilaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat persaudaraan. Meskipun istilah ( halal bihalal ) tidak dikenal secara harfiah pada masa Nabi Muhammad SAW, substansi kegiatannya sangat sejalan.

Dan menjadikan hubungan yang tadinya renggang atau bersalah ( haramsi secara fiqih, seperti dosa antar sesama ) menjadi halal dan kembali harmonis. Kearifan budaya ini adalah bentuk adaptasi budaya positif di Indonesia yang memperkuat persatuan. ( Dhen Prie)