Petambak Rugi : 50 Ton Ikan Keramba Apung Mati

oleh -209 views

 

Lubungbasung, SonaIndonesia.com  – Sekitar 50 ton ikan milik pembudidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, mati mendadak akibat angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu sejak Minggu (26/11).

“Limapuluh ton ikan yang mati ini dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran tiga sampai tujuh sentimeter,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Minggu (3/12).

Ikan yang mati ini berasal dari puluhan unit keramba jaring apung milik 15 pembudidaya ikan yang tersebar di Bayua, Linggai, Duo Kito, Tanjung Sani dan Koto Melintang.

Akibat kejadian ini, pembudidaya ikan mengalami kerugian sekitar Rp1,5 miliar karena harga per kilogram sebesar Rp30 ribu.

“Saat ini ikan sudah mengapung ke permukaan danau dengan keadaan sudah membusuk,” tambahnya.

Menurut dia, kematian ikan ini terjadi semenjak Senin (27/11), akibat angin kencang dan curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Minggu (26/11).

Setelah itu, ikan mengalami pusing dan beberapa jam ikan sudah mengapung ke permukaan danau.

“Ini akibat pembalikan air dari dasar danau ke permukaan, sehingga oksigen berkurang karena di dasar danau terdapat tumpukan sisa pakan ikan cukup banyak,” tegasnya.

Dengan kematian ini, pihaknya mengimbau pembudidaya agar segera memanen ikan yang sudah siap panen dan memindahkan ke kolam air tenang.

Selain itu, mengurangi pemberian pakan ikan, hidupkan mesin oksigen dan lainnya. “Ini untuk meminimalkan kematian ikan yang dapat menambah kerugian bagi pembudidaya,” ujarnya.

(Ant /CN33   )