Kediri, SonaIndonesia.com – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri kembali menegaskan ambisinya membangun reputasi akademik di tingkat ASEAN melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Internasional bertema identitas bangsa dan aksara Asia Tenggara. Kegiatan yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini menghadirkan akademisi asal Malaysia, EN. Izharulhak Saiful Hafni, M.Hum., yang menyoroti pentingnya aksara dalam membaca jejak peradaban kawasan.
Bertempat di Ruang A5 Kampus 1 UNP Kediri, ratusan mahasiswa antusias mengikuti forum ilmiah yang menjadi salah satu program strategis internasionalisasi kampus. Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd., membuka acara sekaligus menandatangani Implementation of Agreement dengan dua program studi: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Pendidikan Bahasa Inggris. Penandatanganan dilakukan oleh Kaprodi PPKn Yunita Dwi Pristiani, S.Pd., M.Sc., dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Khoiriyah, M.Pd.
Prosesi akademik tersebut ditandai dengan penyerahan vandel dan sertifikat kepada narasumber, diikuti sesi foto bersama sebagai simbol penguatan jejaring lintas negara antara Kediri dan Negeri Melaka, Malaysia.
Bangun Reputasi ASEAN Lewat Penguatan Kolaborasi
Dekan FKIP UNP Kediri, Dr. Agus Widodo, M.Pd., menegaskan bahwa kuliah tamu ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama internasional dengan Persatuan Warisan Kita Melaka, Malaysia.
“Ini salah satu wujud implementasi yang telah kita rencanakan untuk mewujudkan kerja sama antara UNP Kediri dan Persatuan Warisan Kita Melaka,” jelasnya.
Agus menambahkan bahwa kerja sama tersebut bukan hanya seremoni, tetapi strategi jangka panjang untuk membawa UNP Kediri menjadi universitas bereputasi regional ASEAN.
“Kita ingin memfasilitasi dosen dan mahasiswa agar memiliki bekal pengalaman internasional. Ini juga memperkuat persahabatan dan persaudaraan sebagai bangsa serumpun,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya peningkatan akreditasi Prodi PPKn dan Pendidikan Bahasa Inggris menuju kategori Unggul oleh BAN-PT.
Aksara sebagai Fondasi Identitas Bangsa
Dalam pemaparannya, EN. Izharulhak Saiful Hafni, akademisi dan peneliti kebudayaan yang tengah menempuh program doktoral di UGM, menyampaikan bahwa diskusi tentang identitas bangsa selama ini terlalu terfokus pada bahasa dan manusianya. Padahal, aksara menyimpan peran penting dalam perjalanan sejarah.
“Aksara adalah rekaman nilai, jejak sejarah, serta cara suatu bangsa memahami dirinya. Namun, aspek ini sering dilupakan,” tegasnya.
Ia berharap pembahasan aksara dapat membuka ruang baru dalam kajian pembentukan identitas bangsa, terutama bagi negara-negara di Asia Tenggara.
Antusiasme mahasiswa menurutnya sangat tinggi
“Respon sivitas akademika luar biasa. Ini menunjukkan kualitas akademik UNP Kediri yang semakin matang,” ujarnya.
Kerja Sama Berkelanjutan dan Rencana Program Baru
Izharulhak mengungkapkan bahwa kunjungannya merupakan kelanjutan kolaborasi yang telah dimulai sejak Desember dan Mei 2025. Ke depan, ia berharap kerja sama ini berkembang menjadi program magang internasional, pertukaran mahasiswa, hingga kegiatan pengabdian masyarakat di Malaysia maupun Indonesia.
“Saya berharap di masa depan ada lebih banyak kegiatan akademik seperti internship atau program kemasyarakatan,” pungkasnya.
UNP Kediri Perkuat Posisi sebagai Kampus Bertaraf Global
Melalui kegiatan ini, UNP Kediri kembali menunjukkan komitmennya mengakselerasi mutu pendidikan dan membangun jejaring akademik global. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa dan memperkuat posisi UNP Kediri sebagai perguruan tinggi yang siap bersaing di kancah internasional.











