PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST 2026) pada 20 Mei 2026. RUPST 2026 dihadiri oleh para Pemegang Saham yang mewakili 89,53% atau sejumlah 22,08 miliar saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan oleh Perseroan.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST 2026) pada 20 Mei 2026. RUPST 2026 dihadiri oleh para Pemegang Saham yang mewakili 89,53% atau sejumlah 22,08 miliar saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan oleh Perseroan. Dalam RUPST 2026 telah dibahas dan disetujui mata acara Rapat sebagai berikut (1) Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan serta Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025, (2) Penetapan Gaji/Honorarium berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026 dan Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025, (3) Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2026, (4) Pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk tahun 2026-2030, (5) Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, dan (6) Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Terkait dengan kinerja Perseroan selama Tahun Buku 2025, Pemegang Saham di dalam RUPST 2026 memutuskan bahwa Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, telah diterima, disetujui, dan disahkan. RUPST 2026 juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi atas tindakan pengurusan Perseroan dan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2025 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tercermin dalam laporan tersebut di atas. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 yang termuat dalam Laporan Tahunan tersebut diatas telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota jaringan Ernst & Young Global), dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Penyelenggaraan RUPST 2026 merupakan salah satu upaya penerapan tata kelola perusahaan yang baik, yang menempatkan organ perusahaan tertinggi yaitu Rapat Umum Pemegang Saham untuk menyetujui serta mengesahkan keputusan yang akan dijalankan atau telah dijalankan oleh manajemen. Melalui agenda RUPST ini, Perseroan juga menegaskan langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, adaptif terhadap dinamika industri perbankan, serta mendukung penguatan arah bisnis jangka panjang Bank Raya.”
Bagus menambahkan, “Bank Raya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh Pemegang Saham atas dukungan yang diberikan kepada Bank Raya. Perseroan berharap kinerja Bank Raya akan terus tumbuh positif dan berkelanjutan”
RUPST 2026 menyetujui perubahan susunan Pengurus Perseroan sebagaimana telah ditetapkan, sehingga susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris
– Komisaris Utama : Muhamad Sidik Heruwibowo
– Komisaris Independen : Johanes Kuntjoro Adisardjono
– Komisaris Independen : Retno Wahyuni Wijayanti
– Komisaris Independen : Farid Rahman*
– Komisaris : Tatang Yuliono*
Susunan Direksi
– Direktur Utama : Ida Bagus Ketut Subagia
– Direktur Digital & Operasional : Lukman Hakim
– Direktur Keuangan : Rustarti Suri Pertiwi
– Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan
dan Sumber Daya Manusia : Danar Widyantoro
– Direktur Bisnis : Kicky Andrie Davetra
*) efektif setelah penilaian kemampuan dan kepatutan disetujui Otoritas Jasa Keuangan
“Dengan dukungan dari Pemegang Saham yang ditunjukkan dengan disetujuinya seluruh usulan mata acara dalam RUPST 2026 ini, kami optimistis Bank Raya akan semakin kuat melangkah sebagai bank digital yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, Perseroan akan terus fokus memperkuat fundamental bisnis, memperluas inovasi layanan digital, serta meningkatkan kontribusi dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia.” tutup Bagus.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES







