Malang, SonaIndonesia.com – UKM Fotografi Independent and Earth Wisdom (FIEW) Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang menampilkan puluhan karya visual yang mengangkat keindahan alam, budaya, dan kuliner Banyuwangi. Karya tersebut dipamerkan dalam Banyuwara Exhibition.
Pameran berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Galeri Seni Malang Creative Center (MCC). Kegiatan menjadi bagian dari program Fotografi Creative Universe yang bertujuan mengembangkan kreativitas sekaligus kemampuan bercerita melalui fotografi.
Mengangkat Kisah Banyuwangi Lewat Lensa Kamera
Tema Banyuwaraloka dipilih sebagai identitas pameran. Nama Banyuwara sendiri merupakan gabungan kata Banyu dan Wara yang bermakna kabar dari Banyuwangi.

Melalui tema tersebut, anggota muda FIEW menghadirkan hasil dokumentasi perjalanan mereka ke Kabupaten Banyuwangi. Para fotografer mengabadikan berbagai sudut daerah berjuluk The Sunrise of Java dalam narasi visual yang sarat makna.
Objek pemotretan meliputi kawasan De Djawatan, Desa Wisata Adat Osing Kemiren, potret kehidupan masyarakat, panorama alam, hingga ragam kuliner khas Banyuwangi.
Pameran Tak Hanya Menampilkan Foto
Selain menikmati karya fotografi, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai agenda edukatif selama tiga hari pelaksanaan.
Agenda tersebut terdiri atas:
- pembukaan resmi beserta penayangan aftermovie Hunting Besar;
- workshop mengenai strategi membangun karier dan personal branding di dunia fotografi;
- sarasehan serta bedah karya bersama senior, kurator, dan pengamat fotografi.
Panitia juga melengkapi setiap karya dengan deskripsi. Deskripsi tersebut memudahkan pengunjung memahami pesan visual di balik setiap karya.
Menjadi Media Berbagi Cerita
Ketua Pelaksana Fotografi Creative Universe, Muhammad Irfan Maulana, mengatakan pameran ini merupakan media untuk membagikan pengalaman selama mengeksplorasi Banyuwangi.
“Banyuwara Exhibition bukan sekadar memajang hasil hunting kami di Banyuwangi, tapi bentuk pertanggungjawaban karya sekaligus cara kami membagikan cerita, kehangatan, dan kearifan lokal yang kami temui di sana kepada teman-teman di Malang. Kami berharap pengunjung tidak hanya melihat foto, tapi ikut merasakan kedekatan emosional dengan Bumi Blambangan,” ujarnya.
Mendorong Kreativitas dan Pelestarian Budaya
Ketua Umum FIEW, Erisman Abdullah, menilai kegiatan ini memperkuat fungsi organisasi sebagai ruang belajar bagi mahasiswa yang memiliki minat pada fotografi.
“Melalui Banyuwara Exhibition, kami ingin menegaskan peran FIEW sebagai wadah eksplorasi estetika dan narasi visual bagi mahasiswa. Kami berharap pameran ini menjadi ruang belajar bersama, dari sesi workshop hingga sarasehan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya dan mempererat kekeluargaan dengan komunitas fotografi lain,” katanya.
Pemateri Workshop Berpengalaman di Ajang Nasional dan Internasional
Workshop menghadirkan Iswahyura Putra Wasisa, S.I.Kom atau Yura, fotografer asal Pasuruan yang fokus pada fotografi manusia, alam, dan budaya.
Yura telah meraih lebih dari 300 penghargaan fotografi sejak 2020. ia juga aktif menjadi juri dalam berbagai kompetisi fotografi di sejumlah perguruan tinggi. Tak hanya itu, Yura turut berpartisipasi dalam berbagai pameran fotografi internasional, termasuk di Beijing, Hanoi, serta Indonesia International Youth Photo Festival 2026.
Melalui Banyuwara Exhibition, FIEW berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang apresiasi seni, meningkatkan kapasitas kreatif mahasiswa, serta memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan seni dan budaya di Kota Malang.












