Oleh: Malika Dwi Ana Frasa “negara kekuasaan” merujuk pada sistem di mana institusi negara lebih melayani konsolidasi dan kelanggengan elite politik ketimbang
Aktifkan Kembali Partai Patriot – CATATAN MUBES PP XI
Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Pemuda Pancasila, sebagai organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan pada Pancasila, memiliki tanggung jawab ideologis untuk memastikan tegaknya Pancasila
WHOOSH BUKAN UNTUNG, TAPI BUNTUNG: MEGAPROYEK YANG DIPAKSA LARI KE SURABAYA
Jakarta-Bandung saja sudah jadi monumen pemborosan: biaya membengkak dari Rp59 triliun ke Rp114 triliun, utang China menumpuk, tiket sepi, dan kini pemerintah
Whoosh: Geopolitik Pantura dan Jerat Utang China yang Mengikat Indonesia
Deru kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, melaju 350 km/jam, bukan sekadar simbol kemajuan teknologi. Ia adalah arena pertempuran geopolitik di Pantura, koridor emas
Makna “INDONESIA” di Tengah Gelombang Internasionalisasi: Antara Pragmatisme dan Identitas
Oleh: Malika Dwi Ana Kata “Indonesia” bukan sekadar nama di peta. Ia adalah jiwa perjuangan, simbol persatuan lebih dari 17.000 pulau dan
Sinetron “Maling Teriak Maling”: Dugaan Negara sebagai Dalang
Oleh: Malika Dwi Ana Di tengah gejolak sosial yang terus membara, narasi tentang provokasi dan manipulasi emosi massa kembali menjadi sorotan. Memancing
Bayang-Bayang Krisis 1998 dan Peran SMI Dalam Stabilitas Ekonomi (Sebuah Hipotesa)
Oleh: Malika Dwi Ana Di tengah dinamika politik Indonesia yang kian memanas, spekulasi mengenai nasib Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan
Momentum Presiden Prabowo
Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Amuk rakyat kemarin adalah momentum bagi Presiden Prabowo untuk mendengarkan suara asli rakyat. Yang muak dengan pernyataan,
Risiko Politik Machiavellis: Prabowo, Jokowi, dan Biaya Mahal Kekuasaan
Oleh: Malika Dwi Ana Pemilu 2024 telah melahirkan narasi politik yang sarat intrik, konspirasi, dan pragmatisme tingkat tinggi. Gatot Nurmantyo, dalam sebuah
Euforia Amtenar: Warisan Kolonial dan Cita-Cita Kekuasaan di Tanah Jawa
Oleh: Malika Dwi Ana Cita-cita menjadi amtenar (ambtenaar, Belanda) —pejabat kolonial pada masa penjajahan—telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Jawa, sebuah warisan
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- …
- 10
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















