Oleh: Malika Dwi Ana Kongres III Projo yang digelar 1-2 November di Hotel Grand Sahid Jaya bukan sekadar reuni relawan. Ini adalah
UUD NEGARA 2002 adalah UUD 1945 PALSU: HULU SEGALA MASALAH
Oleh: Malika Dwi Ana Negara ini bukan lagi republik yang membangun, melainkan mesin pemilu raksasa yang tak pernah mati. Setiap napas kebijakan,
NEGARA KEKUASAAN DI ERA JOKOWI VERSUS NEGARA KEMAKMURAN
Oleh: Malika Dwi Ana Frasa “negara kekuasaan” merujuk pada sistem di mana institusi negara lebih melayani konsolidasi dan kelanggengan elite politik ketimbang
Aktifkan Kembali Partai Patriot – CATATAN MUBES PP XI
Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Pemuda Pancasila, sebagai organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan pada Pancasila, memiliki tanggung jawab ideologis untuk memastikan tegaknya Pancasila
WHOOSH BUKAN UNTUNG, TAPI BUNTUNG: MEGAPROYEK YANG DIPAKSA LARI KE SURABAYA
Jakarta-Bandung saja sudah jadi monumen pemborosan: biaya membengkak dari Rp59 triliun ke Rp114 triliun, utang China menumpuk, tiket sepi, dan kini pemerintah
Whoosh: Geopolitik Pantura dan Jerat Utang China yang Mengikat Indonesia
Deru kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, melaju 350 km/jam, bukan sekadar simbol kemajuan teknologi. Ia adalah arena pertempuran geopolitik di Pantura, koridor emas
Makna “INDONESIA” di Tengah Gelombang Internasionalisasi: Antara Pragmatisme dan Identitas
Oleh: Malika Dwi Ana Kata “Indonesia” bukan sekadar nama di peta. Ia adalah jiwa perjuangan, simbol persatuan lebih dari 17.000 pulau dan
Sinetron “Maling Teriak Maling”: Dugaan Negara sebagai Dalang
Oleh: Malika Dwi Ana Di tengah gejolak sosial yang terus membara, narasi tentang provokasi dan manipulasi emosi massa kembali menjadi sorotan. Memancing
Bayang-Bayang Krisis 1998 dan Peran SMI Dalam Stabilitas Ekonomi (Sebuah Hipotesa)
Oleh: Malika Dwi Ana Di tengah dinamika politik Indonesia yang kian memanas, spekulasi mengenai nasib Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan
Momentum Presiden Prabowo
Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Amuk rakyat kemarin adalah momentum bagi Presiden Prabowo untuk mendengarkan suara asli rakyat. Yang muak dengan pernyataan,
- Sebelumnya
- 1
- …
- 3
- 4
- 5
- …
- 9
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















