“Dahlia” Punah, Cuaca Ekstrim Masih Mengintai

oleh -278 views

 

Jakarta, SonaIndonesia.com – Berdasasarkan pantauan dari sistem peringatan dini siklon tropis yang diperoleh dari data satelit dan diperkuat dari data satelit dan radar, bahwa Pada 3 Desember 2017, jam 19.00 siklon tropis “Dahlia” telah melemah dan menjadi Depresi Tropis (ex-Dahlia).

Sementara itu, bibit siklon tropis di Barat Laut Aceh (93 W) diprakirakan 48 jam kedepan akan mengalami penguatan menjadi siklon tropis kearah Barat Laut menjauhi Indonesia mencapai 35 knots (65 km/jam). Hal ini diutarakan Kepala BMKG, Prof. Dr Dwikorita Karnawati saat memberikan keterangan pers, Senin Sore (04/12/2017).

“Meskipun bibit siklon tropis ini tidak berada di dalam area tanggungjawab pusat peringatan dini siklon tropis Jakarta. Namun dampaknya masih signifikan terhadap wilayah Indonesia, seperti hujan terutama sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kondisi ini pun berdampak pada peningkatan gelombang hingga 4 meter, angin kencang, hujan lebat dan potensi kilat/petir,” ujar Dwikorita.

Dalam 3 hari kedepan , masih terdapat potensi cuaca ekstrem, antara lain: hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua.

Maka, masyarakat dihimbau perlu mewaspadai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon, maupun baliho tumbang dan waspada kenaikan tinggi gelombang.

Untuk seminggu kedepan terjadi potensi hujan lebat secara umum terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua.

Dwikorita pun menambahkan bahwa pada hari ini hingga 12 Desember dari hasil prakiraan BMKG, bahwa DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian Utara mengalami monsoon break (curah hujan rendah atau dapat dikatakan “hujannya istirahat”). Meskipun Jawa Tengah ke arah Jawa Timur bagian selatan, hingga Nusa Tenggara mengalami curah hujan sedang-tinggi. Selain itu, Sumatera Bagian Utara termasuk Aceh dan Kalimantan pun mengalami curah hujan sedang-tinggi.

Pada  Desember 2017- Februari 2018 merupakan periode puncak musim hujan 2017/2018 khususnya bagi wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, maka perlu diwasapadai wilayah-wilayah yang rentan dan berpotensi akan terjadinya bencana hdirometeorlogi, seperti banjir, genangan, dan longsor.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui call center 021-6546318 atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (Sumber: Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi BMKG)