Jabal Rahmah, Destinasi Ziarah Jamaah Umrah Di Tanah Suci

oleh -396 views
Salah satu destinasi wisata rohani jamaah umrah di Jabal Rahmah hari Rabu (28/02/18). Sebelumnya, rombongan mengunjungi Jabal Tsur, Musdalifah, Mina, Jamarat dan masjid Ji’ranah. (Foto: SonaIndonesia/ika)

Makkah, Arab Saudi, SonaIndonesia.com –  Jabal Rahmah merupakan bukti batu dengan tinggi sekitar 70 meter dan bisa dinaiki melewati batu batuan terjal. Perjalanan dari bawah kaki bukit hingga sampai ke monumen Adam dan Hawa biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit.

Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Makkah.  Jabal Rahmah berarti bukit atau gunung kasih sayang. Di bukit ini diyakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari syurga oleh Allah SWT. Selama bertahun tahun Nabi Adam dan Siti Hawa berpisah di muka bumi ini, menurut kajian para ulama yang dilansir dari “Haji Dari Masa Ke Masa” kemungkinan Nabi Adam diturunkan di negeri India sedangkan Siti Hawa diturunkan di Irak.

Tentu saja, tempat bersejarah ini menjadi sangat terkenal dan banyak menyedot perhatian ummat muslim yang datang ke tanah suci. Begitu pula jamaan umrah Anugrah Nuraini Qona’ah (ANNUQO) dari Sumenep Madura. Setiap rombongan jamaah umrah Annuqa mendapatkan kesempatan melakukan ziarah ke Jabal Rahmah.

“Kami memang memberikan fasilitas city tour di tanah suci kepada jamaah umrah Annuqa sebagai salah satu syiar dan pelayanan kami kepada jamaah agar bisa mengunjungi sejumlah tempat bersejarah diantaranya ke Jabal Rahmah, Jabal Tsur, Padang Arafah tempat wukuf para jamaah haji.” Kata K.H. Ahmad Muhajir Bahruddin, Direktur Utama biro perjalanan umrah Annuqa.

Tak sedikit jamaah umrah Annuqa yang berkeinginan naik dan ingin mencapai puncak monumen Adam dan Hawa. Mereka berusaha menapak dan menerjang bebatuan terjal yang berada disepanjang perjalanan menuju monumen kasih sayang. Dari kejauhan terlihat putih putih kecil seperti kapas yang tak lain adalah orang orang yang sedang menaiki Jabal Rahmah.

“Saya berusaha untuk naik keatas karena ingin melihat kebesaran Allah SWT dan rahmat Allah SWT kepada Nabi Adam AS yang akhirnya mempertemukannya dengan istri tercinta Siti Hawa, “ ujar Awiyanto, jamaah umrah Annuqa dari Sumenep.

Sebagian jamaah yang naik ke atas Jabal Rahmah mengajak suami atau istrinya lalu biasanya berdoa kepada Allah SWT agar perjalanan bahtera hidup mereka bisa langgeng hingga akhir hayat. Namun sebagian lagi adalah para pemuda dan pemudi yang belum memilki jodoh. Mereka bermunajat kepada Allah SWT agar dimudahkan mendapatkan jodoh yang sholeh dan sholehah.

Jamaah umroh sedang beristirahat setelah berkeliling di Jabal Rahmah sambil menunggu jamaah lain yang sedang naik ke puncak Jabal Rahmah. (Foto: SonaIndonesia.com/ika)

“InsyaAllah saya kuat naik ke atas,” kata Sri Wardana sambil memberi semangat kepada rekan rekannya yang lain yang akan naik ke atas Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam Al-Quran surat Al Maidah ayat 3, “… pada hari ini orang orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, sebab itu janganlah engkau takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah Aku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Para jamaah umrah dari negara lain yang masih menggunakan baju ihrom terlihat mampir mengunjungi Jabal Rahmah. Tempat mengambil wudhu dan toilet tersedia disini.  (Foto: SonaIndonesia.com/ika)

Di tempat ini pada musim haji tepatnya pada saat wukuf 9 Dzulhijjah, jamaah haji dari berbagai dunia termasuk Indonesia memadati Jabal Rahmah. Banyak peziarah berdatangan dan berdoa menengadahkan tangan meminta kelancara jodoh dan kelanggengan pasangan.

Disini juga terdapat pedagang souvenir berbagai barang mulai dari batu cincin, peci, tasbih, sorban, baju gamis dan pernak pernik lainnya. Harganya tergolong murah dibandingkan di sejumlah toko di Makkah. Salah seorang jamaah umrah Moh. Saleh tampak membeli sejumlah pernak pernik untuk oleh oleh ke tanah air.

“Mumpung ketemu dengan pedagang yang baik dan menjual dengan harga terjangkau, makanya saya membeli cukup banyak karena saudara saudara saya di Sumenep cukup banyak.” Kata Moh. Saleh sambil tersenyum.

Karena asyiknya memilih barang dagangan yang akan dibeli, hingga ia tidak sadar jika rombongan yang lain sudah naik ke atas bus dan menunggunya beberap waktu.  Akhirnya, pemandu wisata Gafar mendekati Moh. Saleh dan mengatakan rombongan Annuqo siap melanjutkan perjalanan wisata rohani. (ika)