Jakarta, 7 Juli 2026 – Arcolabs bekerja sama dengan School of Design (SoD) BINUS University dengan bangga mempersembahkan rangkaian acara menuju festival media internasional, Media x Space 2026: Future, Time, & Ecology: Ancestral Knowledge Echoing to the Future. Acara inkubasi kecil yang diselenggarakan di Museum Macan hari ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sinergi antara akademisi, periset, dan praktisi di bidang desain, media dan seni, dengan fokus utama pada keberlanjutan (sustainability) dan inovasi media dan material. Media x Space 2026 hadir sebagai ruang dialog antara tradisi dan teknologi masa depan yang mengajak pelaku kreatif untuk merenungkan bagaimana pengetahuan leluhur dapat bergema di tengah kemajuan teknologi kontemporer.
Eksplorasi kreatif dalam acara ini diperdalam melalui serangkaian lokakarya yang dipandu oleh para pakar. Lokakarya pertama yang dibawakan oleh Ayu Utami, aktivis, jurnalis dan sastrawan, mengajak peserta menggali kembali pemikiran leluhur dan mengintegrasikannya dengan pemikiran modern dalam proses berkarya. Tidak hanya itu, ia mengajak peserta melakukan perenungan filosofis proses berkarya. Sementara Ray LC, dari City University of Hong Kong mengajak peserta, ke dalam eksplorasi seru narasi dan bentuk di mana Generative AI dipandang sebagai “nabi digital” yang menantang peserta untuk memvisualisasikan lintasan masa depan mereka sendiri. Membedah pengembangan artistik berbasis kecerdasan buatan. Rangkaian ini kemudian ditutup oleh lokakarya ketiga bersama Adi Sundoro, seorang seniman profesional sekaligus dosen BINUS University, yang mengajak partisipan untuk terhubung kembali dengan kerajinan fisik melalui integrasi teknologi tradisional dan metode produksi manual yang menawarkan pendekatan konseptual eksperimentatif, bagi produksi kreatif kontemporer.
Melihat antusiasme dan kedalaman materi yang dihadirkan, perwakilan dosen BINUS University mengungkapkan pentingnya integrasi ini bagi mahasiswa, “Melalui Media x Space 2026, kami ingin membuka cakrawala mahasiswa bahwa desain bukan sekadar estetika, melainkan tanggung jawab terhadap waktu dan ekologi. Dengan mengawinkan teknologi mutakhir seperti Generative AI dengan kearifan lokal serta teknik manual, kita sedang melatih generasi desainer yang adaptif namun tetap memiliki akar budaya yang kuat.”
Lebih jauh, School of Design BINUS University berharap bahwa kolaborasi ini mampu menjadi katalisator bagi terciptanya karya-karya yang tidak hanya relevan secara industri, tetapi juga berkontribusi pada solusi keberlanjutan global. Ke depannya, SoD BINUS University berkomitmen untuk menjadikan showcase ini sebagai platform menampilkan karya yang konsisten, di mana inovasi material menjadi inti dari setiap proses kreatif mahasiswa, memastikan bahwa setiap desain yang dihasilkan memiliki dampak positif bagi bumi dan masyarakat di masa mendatang.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES







