Oleh: Malika Dwi AnaPax Americana—atau “Damai Amerika”—bukanlah era kedamaian mulia seperti yang sering digambarkan dalam narasi resmi Barat. Ia adalah hegemoni telanjang
Tag: Malika Dwi Ana
Serakah Tak Terbatas: Oligarki Indonesia Makan Bumi, Minum Lautan
Oleh: Malika Dwi Ana Ketika banjir bandang dan longsor dahsyat melanda Sumatera—menewaskan lebih dari 1.100 jiwa, ratusan hilang, dan ratusan ribu keluarga
Reformasi Sejatinya Adalah Menjual Kedaulatan Pada Oligarki
Oleh: Malika Dwi Ana REFORMASI 1998, yang digembar-gemborkan sebagai tonggak kebebasan dan pengembalian kedaulatan rakyat dari cengkeraman otoritarianisme Orde Baru, kini terbukti
Bencana Sumatera 2025: Cermin Kegagalan Negara dalam Melindungi Rakyat dan Lingkungan
Oleh: Malika Dwi Ana Tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025
Ancaman Disintegrasi: Dari Frustrasi ke Sentimen Regional
Oleh: Malika Dwi Ana “Mualem terlanjur kecewa bener.” Kalimat sederhana itu, yang beredar di grup WhatsApp dan percakapan pribadi warga Aceh pasca-banjir
Kebakaran Terra Drone: “Korsleting” yang Terlalu Sempurna di Tengah Perang Drone AS-China
Oleh: Malika Dwi Ana Gedung Cyber 1, Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan (bukan Kemayoran), berubah menjadi neraka pada Selasa siang, 9 Desember
Deformasi Reformasi: Dari Janji Kedaulatan Ekonomi ke Jerat Neoliberalisme dan Utang Asing
Oleh: Malika Dwi Ana REFORMASI 1998, yang lahir dari gelombang tuntutan rakyat terhadap rezim otoriter Orde Baru, seharusnya menjadi tonggak perubahan mendasar
KAYA TAMBANG, RAKYAT MISKIN (Negara Korporasi Kriminal: Realitas Indonesia 2025)
Oleh: Malika Dwi Ana SEPULUH provinsi termiskin di Indonesia tahun 2025 adalah sepuluh provinsi penghasil tambang terbesar di Indonesia.Ini bukan kebetulan.Ini bukti
Patologi dalam Genangan:Ketika Banjir Membuka Selokan Kemanusiaan Kita
Oleh: Malika Dwi Ana BANJIR bandang yang melanda Sibolga, Tapanuli, dan Aceh Tamiang akhir November 2025 bukan sekadar bencana alam. Ia adalah
Morowali: Kolosseum Baru Perang Dingin China vs Amerika
Oleh Malika Dwi Ana Selamat datang di Kolosseum abad ke-21.Lokasinya bukan Roma, melainkan Morowali, Sulawesi Tengah.Gladiatornya bukan prajurit bertameng baja, melainkan buruh
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 8
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

















