Oleh: Malika Dwi Ana Minggu-minggu ini publik disibukkan oleh debat yang sama sekali tidak penting: siapa “bapak” bandara gelap di Morowali—SBY atau
Tag: Malika Dwi Ana
Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan
Oleh: Malika Dwi Ana Pasal 33 UUD 1945 versi asli hanya terdiri dari tiga ayat. Tegas, anti-penjajah, tanpa celah: 1. Perekonomian disusun
Negara Dalam Negara: Bukan Lagi Anomali, Tapi Desain
Oleh: Malika Dwi Ana Sidak Bandara Morowali yang tiba-tiba viral pekan lalu bukanlah karena kamera kebetulan menemukan kejanggalan. Ia adalah pengakuan terbuka
Bandara Morowali: Enklave Penjajahan yang Diresmikan di Era Jokowi, Dibongkar Prabowo
Oleh: Malika Dwi Ana Enam tahun lalu, 24 Oktober 2019, Presiden Jokowi tersenyum lebar di depan kamera sambil berkunjung ke Morowali, Sulawesi
Defleksi sebagai Strategi Hegemoni: Analisis Semiotika dan Politik atas Praktik Pengalihan Isu Jokowi (2014–2025)
Oleh: Malika Dwi Ana Dalam teori komunikasi politik, defleksi (agenda deflection) merupakan mekanisme deliberatif untuk menggeser pusat gravitasi wacana publik dari isu
Polemik Ijazah Jokowi: Arsip Hilang, Transparansi Menguap, dan Legacy yang Terperosok
Oleh Malika Dwi Ana Di tengah hiruk-pikuk transisi kekuasaan pasca-Jokowi, sidang sengketa informasi publik di Komisi Informasi Pusat (KIP) pada 17 November
MK : Dari “Mahkamah Keluarga” ke Penjaga Konstitusi Sejati
Oleh: Malika Dwi Ana Ada angin segar berhembus dari Gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat. Setelah bertahun-tahun dicap sebagai “Mahkamah
NU di Persimpangan: Ambigu Politik 10 Tahun Terakhir dan Tantangan Kesadaran Diri
Oleh Malika Dwi Ana DALAM diskusi sejarah dan politik Indonesia belakangan ini, Nahdlatul Ulama (NU) sering menjadi sorotan karena posisinya yang ambigu:
Dendam Politik atau Fakta Sejarah 1965 yang Tak Terbantahkan: Di Balik Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Oleh: Malika Dwi Ana Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden Kedua RI Jenderal (Purn) Soeharto kembali memanaskan perdebatan publik. Sebagian kalangan
Pidato Rp1,2 Triliun yang Menyembunyikan Rp160 Triliun
Oleh: Malika Dwi Ana “Jangan khawatir. Tidak usah ribut. Duitnya ada—duit yang tadinya dikorupsi, saya ambil kembali, saya hemat.” Kata Presiden Prabowo
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- …
- 8
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

















