Jakarta, SonaIndonesia.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI periode 2019-2024, Mahfud MD, mengingatkan organisasi kedaerahan agar tidak hanya menjadi wadah identitas kelompok. Organisasi tersebut juga harus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat persatuan Indonesia.
Baca Juga: Muswil III Yakorma Kalbar Dorong UMKM, Ketahanan Pangan, dan Pengelolaan Sampah
Pesan itu disampaikan Mahfud saat menerima kunjungan pengurus Yayasan Kerukunan Orang Madura (Yakorma) di kantor MMD Initiative, Jalan Kramat 6 Nomor 18, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Mahfud menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau suku.
“Kesetiaan kepada Indonesia itu artinya meletakkan kepentingan Indonesia di atas kepentingan suku,” kata Mahfud MD.
Organisasi Daerah Harus Jadi Perekat Bangsa
Mahfud menilai organisasi primordial atau kedaerahan memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, seluruh aktivitas organisasi harus berlandaskan pada semangat kebangsaan dan pengabdian kepada negara.
Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 itu juga mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan Yakorma, khususnya di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Menurutnya, manfaat organisasi tidak boleh hanya dirasakan masyarakat Madura yang berada di perantauan. Program-program tersebut juga harus menjangkau masyarakat yang tinggal di Pulau Madura.
Mahfud turut mendorong Yakorma terus aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan karakter kebangsaan, terutama bagi generasi muda.
Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Apresiasi Gema Bela Negara
Yakorma Paparkan Program Prioritas
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum DPP Yakorma Ahmad Hadariy memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan yayasan.
Program tersebut meliputi:
- Pengelolaan sampah terpadu dan lingkungan
- Pemberdayaan sumber daya manusia
- Integrasi potensi ekonomi UMKM
- Penguatan ketahanan pangan
- Pengelolaan tambak udang
- Industri air mineral
- Pengembangan sektor peternakan
- Legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)
Hadariy menyoroti persoalan yang masih dihadapi para penambang lokal, terutama terkait perizinan.
Menurutnya, banyak masyarakat kesulitan menjual hasil tambang secara terbuka karena belum memiliki izin resmi dari pemerintah.
“Kami DPP Yakorma akan membantu masyarakat Kalimantan Barat yang kesulitan mengurus izin Wilayah Pertambangan Rakyat. Yakorma akan bekerja sama dengan berbagai pihak dan instansi terkait agar masyarakat memperoleh izin resmi dari pemerintah,” ujar Hadariy.
Pendidikan Jadi Fokus Penguatan Masyarakat
Sekretaris Jenderal DPP Yakorma, Aan Yugiastomo, menegaskan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama warga yang tinggal di Pulau Madura.
Karena itu, Yakorma mendorong penguatan kerja sama dengan berbagai mitra dan elemen masyarakat untuk memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan.
Baca Juga: Kasus KPR BTN, BPK Soroti Dugaan Fraud dan Pengawasan Lemah
Sementara itu, Bendahara Umum DPP Yakorma, Insan Kamil, menyebut silaturahmi dengan Mahfud MD menjadi momentum penting untuk menyamakan visi organisasi.
Menurutnya, pertemuan tersebut juga bertujuan memastikan seluruh program yayasan tetap berjalan sesuai tujuan awal pendiriannya.
“Kami ingin hadir lebih dekat ke masyarakat. Kerukunan bukan hanya nama, tapi nilai yang harus kami wujudkan lewat aksi nyata,” kata Insan Kamil.
Perluas Kolaborasi dan Jangkauan Program
Selama ini Yakorma aktif menjalankan berbagai program sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelestarian budaya Madura.
Baca Juga: Warga Jakarta Hadiri Jakarta Bersih dan Sarapan Gratis Gema Bela Negara
Dukungan dari tokoh nasional seperti Mahfud MD diyakini dapat memperluas jangkauan program sekaligus memperkuat kolaborasi lintas komunitas.
Audiensi ditutup dengan doa bersama, penyerahan cendera mata dari pengurus Yakorma kepada Mahfud MD, serta sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus yang hadir. (Ika)












