Indramayu, SonaIndonesia.com – Klaster-klaster petani ramah lingkungan terus bermunculan di Kabupaten Indramayu akhir-akhir ini. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI dalam mendorong pengembangan klaster padi organik di Kabupaten Indramayu
Sebagaimana dapat kita saksikan dalam kegiatan panen raya padi organik di Desa Jatisawit Lor Kecanatan Jatibarang, pada Rabu (13/11), yang dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian RI, dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Selain itu tampak hadir Atase Ekonomi & Perdagangan Kedubes Timor Leste, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, BJB, BRI Kanca Jatibarang, dan para petani klaster padi organik di Kabupaten Indramayu.
Ratusan warga Desa Jatisawit Lor juga turut menyambut antusias panen raya padi organik ini. Warga menyambutnya dengan cara mengadakan sedekah bumi sebelum pelaksanaan panen raya, sebagai bentuk dukungan pada Program Katandur Nusantara.
Baca juga:
- Pemerintah Melalui Kementerian Pertanian Resmi Luncurkan Pupuk Organik KATANDUR NUSANTARA
- Timor Leste Tertarik Jalin Kerja Sama Pertanian Organik Dengan Indonesia
Panen raya ini dilakukan di lahan binaan Gapoktan Sri Makmur yang membuat demplot pupuk organik di wilayah Kecamatan Jatibarang seluas 103 hektare yang tersebar di beberapa titik. Sebelumnya panen raya padi organik telah dilakukan di Kecamatan Widasari dan Kecamatan Tukdana.
Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jawa Barat Dr Rustan Massinai STP MSc mengatakan pihaknya terus mengawal program intensifikasi pertanian yang dicetuskan Menteri Pertanian RI. Dengan penggunaan pupuk organik yang sudah teruji tingkat keberhasilannya, panen raya klaster padi organik di Kecamatan Jatibarang Indramayu terbukti meningkatkan produktivitas padi.
“Beberapa waktu lalu, kita mampu menciptakan 13 ton per hektare. Itu tentu tidak membuat berhenti sampai disitu kita akan melanjutkan program ini. Intensifikasi pertanian yang dicetuskan Pak Menteri Pertanian RI, akan kita kawal terus,” katanya.
BPSIP Jawa Barat, lanjut Rustan akan mengawal petani klaster padi organik mulai dari penggunaan benih unggul, penggunaan pupuk yang tepat sasaran, termasuk bagaimana pasokan kebutuhan air yang mencukupi untuk menunjang peningkatan hasil produktivitas tanaman padi.
Sehingga dengan adanya program 1.000 hektare lahan padi organik di Kabupaten Indramayu yang dibina Gapoktan Sri Makmur dapat menyejahterakan petani. Sekaligus turut menyukseskan program Presiden RI Prabowo Subianto yang mencanangkan dalam waktu 4 sampai 5 tahun Indonesia bisa swasembada pangan.

“Tentu itu semua bisa terwujud dengan bantuan dari stakeholder di Kabupaten Indramayu, dan teman-teman dari Forum Kebangsaan Nusantara (FKN). Kita bisa buktikan dengan penggunaan pupuk organik yang kita rekomendasikan hasilnya bisa naik antara 2 sampai 3 ton per hektarenya,” paparnya.
Ketua Umum DPP Forum Kebangsaan Nusantara (FKN), Ahmad Hadary selaku penggagas Pupuk Hayati dengan merek Katandur Nusantara mengatakan, pihaknya berbuat nyata di lapangan membantu Pemerintah dalam menyukseskan swasembada pangan dengan penyediaan pupuk hayati Katandur Nusantara yang terbukti meningkatkan produktivitas hingga 49 persen.
“Kami Forum Kebangsaan Nusantara (FKN) telah melakukan panen raya hasil dari pupuk hayati Katandur Nusantara telah mampu meningkatkan produktivitas 49% dari panen sebelumnya, Saat ini petani yang dibina oleh FKN dengan pupuk Katandur Nusantara bisa panen 10 ton padi organik per hektare,” ujar Ketua Umum DPP FKN, Ahmad Hadary.

Katandur Nusantara sebagai pelopor pupuk hayati cair (PHC) sangat penting dalam keberhasilan demplot organik tersebut. Selain efisien, Katandur Nusantara juga terjamin kualitasnya sehingga sangat direkomendasikan untuk dipakai oleh para petani di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sri Makmur Ayi Sumarna SP mengatakan, panen raya organik yang dilaksanakan merupakan salah satu dukungan dalam menyukseskan program Kementerian Pertanian di Kabupaten Indramayu yang telah menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah pengembangan pertanian klaster organik seluas 2.000 hektare.
“Dibagi beberapa orang ya, 1.000 hektare itu. Di Kecamatan Widasari, untuk Gapoktan Sri Makmur di Musim Tanam Gaduh telah mengolah 103 hektare lahan dengan menggunakan pupuk organik. Hasilnya rata-rata 8 ton per hektare biasanya 6–7 ton, ini kan meningkat,” paparnya.
Untuk menyukseskan program 1.000 hektare lahan padi organik, di musim tanam rendeng Gapoktan Sri Makmur akan menambah luasan lahan seluas 500 hektare, sehingga dipastikan di musim tanam rendeng di Kecanatan Jatibarang terdapat 603 lahan padi dengan menggunakan pupuk organik.
“Penggunaan pupuk akan kita pantau, pupuk juga disiapkan dan paling penting pemasarannya juga ada. Sehingga petani yang bergabung bersama Gapoktan Sri Makmur gabah hasil panennya akan dibeli dengan harga yang bagus, karena kami sudah punya pangsa pasar sendiri,” tandasnya. (sid)












