Ong Hengky Ongkywijoyo: Sudah Saatnya Indonesia Kembali Berdaulat di Bidang Pertanian dan Energi

oleh -
oleh

Surabaya, SonaIndonesia.com – Forum Kebangsaan Nusantara (FKN) bersama Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jawa Barat terus menggalakan praktik pertanian berbasis pertanian organik di berbagai lokasi di Jawa Barat.

Untuk mendukung langkah tersebut FKN bersama BPSIP Jabar telah meluncurkan Program KATANDUR NUSANTARA di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu medio Agustus 2024 lalu.

Kepala BPSIP Jabar Dr Rustan Massinai STP MSc mengatakan pihaknya terus mengawal program intensifikasi pertanian yang dicetuskan Menteri Pertanian RI.

Baca juga:

Dengan penggunaan pupuk organik yang sudah teruji tingkat keberhasilannya, panen raya klaster padi organik di Kecamatan Jatibarang Indramayu terbukti meningkatkan produktivitas padi.

“Beberapa waktu lalu, kita mampu menciptakan 13 ton per hektare. Itu tentu tidak membuat berhenti sampai di situ kita akan melanjutkan program ini. Intensifikasi pertanian yang dicetuskan Pak Menteri Pertanian RI, akan kita kawal terus,” katanya.

Pemerhati sosial, Ong Hengky Ongkywijoyo mendukung langkah-langkah positif yang telah dijalankan FKN bersama BPSIP Jawa Barat ini. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia kembali berdaulat di bidang pertanian dan energi.

Ong Hengky Ongkywijoyo., pemerhati sosial dan pengusaha. (Foto: dok sonaindonesia.com)

“Bangsa Indonesia pernah tercatat dalam sejarah sebagai negara surplus hasil pertanian dan bahkan bisa ekspor padi ke negara lain. Saya kira dengan semangat bersama swasembada pangan bisa terwujud dalam waktu dekat,” ujar Ong Hengky.

Hal ini selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang bertekad membawa Indonesia menuju swasembada pangan dan energi guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

“Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar,” tegas Prabowo pada pidato pertamanya usai Pengucapan Sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada Minggu, 20 Oktober 2024..

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mencapai swasembada energi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada sumber energi luar negeri menjadi ancaman serius di tengah ketegangan geopolitik global.

Baca juga:

“Kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan, sulit akan kita dapat sumber energi dari negara lain. Oleh karena itu, kita harus swasembada energi dan kita mampu untuk swasembada energi,” tambahnya.

Selanjutnya Ong Hengky berharap agar seluruh stake holder ikut membantu program ketahanan pangan ini, termasuk BUMN dengan dana CSR-nya bisa ikut mendorong percepatan swasembada pangan.

Sejatinya sektor pertanian organik memang memerlukan dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Karena penguatan ekonomi berbasis pertanian organik adalah kunci menuju ketahanan pangan yang lebih baik. (sid)