Timor Leste Kirim Utusan Hadiri Panen Raya Padi Organik di Indramayu

oleh -
oleh

Indramayu, SonaIndonesia.com Panen raya padi organik di Indramayu yang dipusatkan di Desa Jatisawit Lor Kecamatan Jatibarang, Rabu (13/11) menarik perhatian warga. Ratusan warga Desa Jatisawit Lor menyambut antusias panen raya padi organik ini. Warga menyambutnya dengan cara mengadakan sedekah bumi sebelum pelaksanaan panen raya, sebagai bentuk dukungan pada Program Katandur Nusantara.

Tak hanya menarik perhatian warga sekitar, panen raya padi organik ini juga mendapat perhatian Timor Leste. Negeri jiran itu bahkan mengutus Atase Ekonomi dan Perdagangannya, Apolo Justino Franca da Silva untuk hadir langsung di Indramayu.

Timor Leste yang selama ini mengandalkan impor berasnya dari India, Thailand dan Indonesia ingin mencontoh keberhasilan Indramayu dalam pertanian hingga menjadi lumbung pangan nasional. Negara bekas provinsi ke-27 RI ini tidak ingin selamanya bergantung pada impor.

“Negara kami akan mencontoh Indramayu yang berhasil dalam pertanian dan menjadi lumbung pangan nasional. Untuk itu kami meminta kepada produsen pupuk organik Katandur agar bisa memasarkan produknya ke negara kami, Timor Leste,” ujar Apolo Justino Franca da Silva, Atase Ekonomi dan Perdagangan Kedubes Timor Leste, saat menyampaikan kata sambutan.

Selain perwakilan negara Timor Leste, panen raya padi organik ini juga dihadiri Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jawa Barat Rustan Massinai, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Indramayu Suwenda, Forum Kebangsaan Nusantara (FKN), Kelompok Tani Sukaharum, Perwakilan Pemprov Jawa Barat, Perwakilan dari Pemda Indramayu serta undangan.

Saat menyampaikan kata sambutan, Kepala BPSIP Jawa Barat Rustan Massinai mengatakan, sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Barat bahkan di tingkat nasional, Indramayu diharapkan bisa segera memenuhi swasembada pangan dan ketahanan pangan.

“Karena Indramayu penghasil padi terbesar di Jawa Barat bahkan di tingkat nasional dan Indramayu merupakan lumbung padi nasional sesuai pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam waktu sesingkat-singkatnya harus memenuhi swasembada pangan dan ketahanan pangan,” ujar Rustan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dalam sambutanya mengatakan, dengan menggunakan pupuk organik Katandur hasil panen padi meningkat dari 6-7 ton per hektare meningkat menjadi 8-9 ton per hektare. (sid)