OPINI: Malika Dwi Ana
Para kader PSI menantikan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dari pagi hingga petang. Acara ini, yang juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan betapa pentingnya momen ini bagi PSI, terutama karena Prabowo dijadwalkan memberikan arahan dan menutup kongres secara resmi. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, yang kembali terpilih dengan 65,28% suara, serta kehadiran Presiden ke-7 Joko Widodo dalam sesi diskusi, semakin menegaskan bobot politik acara ini.
Baliho dengan tagline “Dukung Prabowo-Gibran Menuju Indonesia Raya,” sangat menarik perhatian karena “Indonesia Raya” identik dengan Partai Gerindra, sementara PSI lebih dikenal dengan semangat “Indonesia Maju,” yang sejalan dengan narasi pemerintahan Joko Widodo. Meski PSI resmi mendukung pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, penggunaan slogan Gerindra ini bisa diartikan sebagai gestur politik untuk memperkuat aliansi dengan Gerindra, partai yang dipimpin Prabowo.

Namun, sah-sah saja berspekulasi bahwa kongres ini “disponsori” Prabowo atau bertujuan mencairkan ketegangan antara kedua belah pihak belakangan ini. Apalagi jika Jeffry Geovanie dan Grace Natalie, pendiri PSI memprolognya dengan pertemuan khusus sebelumnya dengan Prabowo.
Secara kritis, penyelenggaraan kongres ini boleh jadi lebih tentang konsolidasi politik dan mempertegas aliansi strategis PSI dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Tapi jika ada seliweran isu sponsorship atau tujuan meredakan konflik dengan perubahan logo Mawar merah ke Gajah misalnya, boleh jadi sekadar implikasi. Be’e lho ya….
Baliho-baliho besar yang bertemakan PSI Mendukung Prabowo – Gibran Menuju Indonesia Raya bisa jadi merupakan bagian dari strategi komunikasi politik untuk menunjukkan keselarasan visi, meski dengan nuansa slogan yang lebih condong ke Gerindra. Kita tunggu saja apa yang akan disampaikan Prabowo untuk melihat arah politik PSI ke depan. (mda)
Penulis: Malika Dwi Ana, Pengamat Sosial Politik.












