Apkasi Usung Platform Digital Potensi Daerah

oleh -12 views
Sekretaris Jenderal Apkasi, Najmul Akhyar. (Foto: SonaIndonesia.com/rud)

Jakarta, SonaIndonesia.com – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyelenggarakan rapat teknis (technical meeting) di Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta, Selasa (23/4/2019). Rapat teknis diikuti oleh mayoritas peserta #AOE19 yang berasal dari pemerintah kabupaten.

Baca Juga :

Menurut Sekretaris Jenderal Apkasi, Najmul Akhyar, kegiatan rapat teknis ini diperlukan untuk memberikan informasi penting kepada seluruh peserta pameran dalam mempersiapkan diri, baik dalam hal menyiapkan komoditas-komoditas yang akan ditampilkan hingga memastikan sisi keselamatan dalam proses pembangunan stand di arena pameran.

“Informasi penting lain yang perlu kami sampaikan adalah, hingga saat ini, Presiden RI masih konfirm untuk hadir dan membuka secara resmi Apkasi Otonomi Expo Tahun 2019, seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan hingga sampai waktunya tidak terjadi perubahan,” ujar Najmul yang juga Bupati Lombok Utara ini.

Ia pun berharap informasi tadi dapat dicatat dan disampaikan kepada bupati atau pimpinan di daerah masing-masing, sehingga berbagai peluang bisnis dan investasi yang terbuka di #AOE19 nanti, dapat diikuti dan dimanfaatkan seoptimal dan semaksimal mungkin, demi kemajuan daerah masing-masing.

Najmul menambahkan bahwa event ini untuk membuktikan kemajuan yang telah dicapai oleh daerah kepada khalayak ramai.

“Akumulasi kemajuan daerah inilah yang akan mencerminkan kemajuan Indonesia secara nasional dan Apkasi selalu memegang prinsip kita harus bisa maju secara bersama-sama,” tukasnya.

Apkasi bekerjasama dengan mitra kerja akan menghadirkan platform digital POTENSIANA (Potensi Alam Indonesia) yang merupakan portal informasi potensi daerah seluruh Indonesia dan trading house komoditi unggulan terbesar dan pertama berbasis blockchain dan artificial intelligence.

“Platform ini untuk menjawab tantangan Presiden Jokowi agar Apkasi mampu mengusung data center komoditi nasional yang bisa diakses oleh investor, khususnya investor dari luar negeri,” ujarnya. (rud)