Sikka Berduka, Dalam Sehari Terjadi 2 Pembunuhan dan Sekali Pembacokan

oleh -
oleh
Wilibrodus Kasihan, Warga Ladagoba, Desa Dobo Kecamatan Mego, korban pembacokan di daerah Wairdohik, perbatasan antara Desa Korowuwu dan Desa Tilang. (Foto: sonaindonesia.com/ama adonara)

Kasus kriminal ketiga terjadi pada hari Kamis (26/4) sekitar pukul 2 dini hari yakni pembacokan dengan korban Wilibrodus Kasihan (48), warga Dusun Ladogoba, Desa Dobo, Kecamatan Mego.

Korban Wilibrodus Kasihan yang dimintai keterangan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc. Hillers Maumere petang kemarin menjelaskan bahwa saat kejadian ia bersama istrinya baru pulang dari Maumere. Ia mengaku dibuntuti dua orang menggunakan satu sepeda motor dari wilayah desa Tilang, Kecamatan Nita sejauh kurang lebih satu kilometer. Sesampai di perbatasan antara Desa Korowuwu dan Desa Tilang, sepeda motor yang membuntuti suami istri itu mengambil posisi sejajar, dan saat itu seorang dari dua pengendara itu menendang korban dan istrinya. Keduanya terjatuh, dan saat itu juga, dua laki laki itu mengambil pisau dan menikam mereka berdua. Wilibrodus mengalami luka di bahu kanan sementara istrinya mengalami luka pada pergelangan tangan, bagian belakang dan juga pada kakinya. Dan akibat terjatuh itu juga, sang istri mengalami patah pada pergelangan tangan kanan dan luka lecet di siku kanan. Sementara suaminya Wilibrodus mengalami luka lecet di siku tangan kiri.

“Saya sama sekali tidak mengira bahwa pengendara sepeda motor yang berada di belakang kami, akan melakukan hal ini. Untungnya saat kejadian ada satu kendaraan pick up milik penjual ikan juga datang dari arah belakang kami, sehingga dua pelaku itu mungkin takut hingga melarikan diri. Saya tidak tahu nasib kami seperti apa, kalau kendaraan roda empat itu tidak sampai di tempat itu pada waktu bersamaan,” kata Wilibrodus.

Pihak Rumah Sakit Dokter Tc. Hillers Maumere tempat korban dirawat, khususnya dokter Mei Indra Dewi dan sejumlah perawat yang bertugas di ruang UGD itu enggan memberikan keterangan. Baik dokter maupun perawat di ruangan itu meminta wartawan untuk meminta keterangan lewat Direktur Rumah Sakit. Sementara itu, Direktur RSUD Tc. Hillers Maumere, dokter Klara Francis, yang dihubungi melalui telpon selulernya menyatakan sedang berada di Kupang dan sedang sibuk sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. (ama adonara)