Lumajang, SonaIndonesia.com – Kerap terisolasi saat terjadi banjir lahar dingin dari Gunung Semeru, nestapa ratusan warga dua RT di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang akan segera berakhir dengan dibangunnya jembatan gantung di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, setelah 30 tahun-an warga saya terisolasi banjir, kini aksesnya akan segera terbuka mas dengan programnya Kementerian PUPR yakni Jembatan Gantung Kaliregoyo,” ungkap Pj. Kepala Desa Sumberwuluh, Abdul Azis saat dikonfirmasi SonaIndonesia.com, Minggu (4/7/2021).
Ia juga menceritakan selama itu pula, akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan juga kerap harus tertunda hingga berhari-hari, lantaran lebar sungai yang berhulu di Gunung Semeru itu mencapai 100 meter lebih.
BACA JUGA:
- Banjir Bandang Landa Lumajang, Satu Jembatan Rusak Parah
- Banjir Semeru Mengikis Tebing Sungai, 3 Bangunan Warga Terseret Longsor
- Masih Marak Penambangan Liar Lereng Semeru
Pendidikan misalnya, siswa harus libur karena tak bisa menyeberangi sungai kalau pas terjadi banjir. Tapi jika banjirnya terjadi pada siang hari para siswa yang tengah bersekolah harus bermalam di seberang sungai.
“Selain (untuk mengatasi) persoalan pendidikan dan kesehatan, di sana itu merupakan pusat perkebunan kopi dan cengkeh mas, dan harus tertunda pengirimannya kalau pas banjir,” tambahnya.
Proyek jembatan gantung ini dibangun oleh Kementerian PUPR dengan anggaran APBN sebesar sembilan miliar rupiah. Dengan panjang jembatan mencapai 198 meter ditargetkan selesai sebelum tanggal 17 Agustus mendatang.

“Insya Allah sebelum akhir bulan depan sudah selesai lah,” ungkap Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat meninjau progres pembangunan jembatan.
Jembatan gantung ini dibangun untuk menjawab keresahan masyarakat yang selalu menyeberang sungai untuk akses pemenuhan kebutuhan setiap harinya.
“Saat terjadi banjir ya sudah dua RT di Kebondeli Selatan tertutup aksesnya. Yang paling penting itu kan dari pembangunan ini kalau ada yang sakit atau mau melahirkan insya Allah akan segera tertangani jika akses ini sudah terbuka,” pungkas Cak Thoriq, sapaan akrab Bupati Lumajang. (rokhmad)







